Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Perspektif Islam dalam Teori Komunikasi: Integrasi Nilai-Nilai Dakwah dan Etika: Penelitian Rahmad Asril Pohan; Rubino; Mailin
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5283

Abstract

Penelitian ini menganalisis secara mendalam integrasi nilai-nilai Islam dalam teori komunikasi modern dengan menyoroti bagaimana prinsip-prinsip dakwah dan etika Qur’ani dapat memperkaya kerangka komunikasi kontemporer. Berbeda dengan teori komunikasi Barat yang cenderung menitikberatkan aspek mekanistik, psikologis, atau konstruksionis, konsep komunikasi Islam menawarkan pendekatan transendental yang memadukan dimensi spiritual, moral, dan sosial. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan analisis kualitatif deskriptif terhadap literatur klasik, kontemporer, dan teori komunikasi modern. Prinsip seperti qaulan sadīdan (komunikasi yang benar), qaulan layyinan (lembut), qaulan karīman (mulia), dan qaulan balīghan (membekas) memberikan pedoman komprehensif yang tidak hanya mengatur isi pesan, tetapi juga karakter komunikator, metode penyampaian, dan pertanggungjawaban etisnya. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai-nilai profetik seperti ṣidq, amānah, tablīg, dan faṭānah membentuk paradigma komunikasi yang holistik dan berorientasi pada kemaslahatan. Integrasi ini semakin relevan di era digital yang diwarnai misinformasi, polarisasi, dan degradasi etika komunikasi. Temuan makalah ini menegaskan bahwa etika komunikasi Islam tidak hanya relevan sebagai nilai moral, tetapi juga sebagai solusi metodologis dan epistemologis dalam membangun ekosistem komunikasi yang humanis, inklusif, dan berkeadaban.
Customary Advice and Legal Pluralism in Marriage: Negotiating Customary and Islamic Law in Mandailing Natal Dedisyah Putra; Sumper Mulia Harahap; Juni Wati Sri Rizki; Lokot Zein Nasution; Rahmad Asril Pohan; Sabrun Edi
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 24, No 1 (2026)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v24i1.3535

Abstract

This study examines how customary advice mediates the interaction between customary law and Islamic law in marriage practices among the Mandailing Natal community in North Sumatra. It addresses how normative integration operates within everyday legal pluralism at the micro-social level. Using a qualitative socio-legal approach, data were collected through participant observation, semi-structured interviews with customary and religious leaders, and textual analysis of customary marriage speeches. The findings show that customary advice functions as a culturally embedded mechanism for articulating and contextualizing Islamic values within the Dalihan Na Tolu kinship system. In marriage rituals such as mangupa and horja, customary actors convey principles of sakinah, mawaddah, and rahmah through locally resonant expressions. The novelty of this study lies in conceptualizing customary advice as a dynamic discursive practice that facilitates the contextual translation of religious norms rather than merely symbolizing tradition. Theoretically, this article contributes to legal pluralism by demonstrating that normative integration occurs informally, relationally, and contextually. It also reveals how modernization has shifted customary advice from an active mediating mechanism toward a more symbolic cultural form.