Abidin, Faqih Kurnia
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ALIH DAN CAMPUR KODE PADA KONTEN YOUTUBE OBAYD FOX: SEBUAH KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Hanifa, Humaira Qisthi; Khaerunnissa, Septia; Fikriyah, Zakiyatul; Salma, Adibah; Abidin, Faqih Kurnia
Journal of Linguistic Phenomena Vol 4 No 1 (2025): Journal of Linguistic Phenomena, Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jlp.v4i1.63831

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis campur kode dan alih kode pada konten YouTube Obayd Fox bertajuk “How I Learned Arabic as a Brit: My Story (from Egypt to Saudi)”. Dalam video tersebut, penutur secara aktif menggunakan bahasa Arab (fusha dan amiyah) serta bahasa Inggris, sehingga terjadi fenomena kebahasaan seperti alih dan campur kode yang menarik untuk dikaji dalam bidang sosiolinguistik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan teknik simak dan catat, serta analisis data model interaktif dari Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 data campur kode dengan rincian 13 data berupa campur kode ke luar dan 11 data berupa campur kode ke dalam, serta 20 data alih kode dengan rincian 15 ekstern dan 5 intern. Campur kode ke luar terjadi ketika terdapat penyisipan unsur bahasa Inggris ke dalam tuturan bahasa Arab atau sebaliknya, sedangkan campur kode ke dalam melibatkan penggunaan ragam dialek amiyah dalam tuturan berbahasa Arab fusha. Alih kode terjadi ketika penutur berpindah antarbahasa. Faktor-faktor terjadinya campur kode meliputi situasi informal, ketidakmampuan menemukan padanan kata, dan hubungan antara bahasa dan topik pembicaraan. Sementara faktor-faktor terjadinya alih kode mencakup penutur bilingual, mitra tutur, dan perubahan topik pembicaraan. Temuan ini menunjukkan bahwa praktik campur kode dan alih kode dalam konten media sosial tidak hanya mencerminkan kompetensi bilingual penutur, tetapi juga berfungsi sebagai strategi ekspresif dalam membangun identitas dan kedekatan sosial di ruang digital.