Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Sentimen Pelanggan terhadap Kualitas Layanan GrabFood di Indonesia: Studi Berdasarkan Ulasan Enam Bulan Terakhir : Penelitian Sulwani Husna Afrizal; Desty Hapsari Kirana
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.5481

Abstract

Pertumbuhan layanan online food delivery meningkatkan persaingan antarplatform, sehingga loyalitas pelanggan perlu dijaga melalui kualitas pengalaman. Penelitian ini menganalisis sentimen pelanggan terhadap GrabFood di Indonesia berdasarkan 19.507 ulasan aplikasi Grab di Google Play periode Agustus 2025–Januari 2026, dengan 18.864 ulasan valid. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis text analytics melalui analisis tren rating, Aspect-Based Sentiment Analysis (ABSA) untuk mengidentifikasi aspek keluhan dominan, serta evaluasi kinerja respon ulasan berdasarkan reply rate dan response time. Hasil menunjukkan rata-rata rating aplikasi sebesar 4,096 dengan 20,7% ulasan rendah. Namun, pada ulasan GrabFood (N=2.296), rata-rata rating menurun menjadi 2,474 dengan proporsi ulasan rendah 60,2%, mengindikasikan ulasan muncul saat terjadi masalah layanan. Secara temporal, rating menurun dari 4,31 (Agustus 2025) menjadi 3,90 (Januari 2026), disertai peningkatan sentimen negatif sebesar 16,1% pada Desember 2025–Januari 2026. ABSA mengungkap isu utama berupa keterlambatan pengantaran (48,9%), diikuti harga, ongkir, dan promo (26,4%), akurasi pesanan (22,5%), pengalaman aplikasi (20,7%), serta layanan pengembalian (7,9%). Kinerja respon ulasan menunjukkan reply rate 34,9% secara keseluruhan dan 71,0% pada ulasan GrabFood, dengan median waktu respon masing-masing 4,69 jam dan 7,28 jam.
PENGARUH LIVE STREAMING COMMERCE TERHADAP PURCHASE INTENTION MEREK YSL BEAUTY SEBAGAI LUXURY BRAND DENGAN PERCEIVED LUXURY VALUE SEBAGAI VARIABEL MEDIASI Siti Farah Batrisyia; Sulwani Husna Afrizal
Journal of Social and Economics Research Vol 8 No 1 (2026): JSER, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54783/jser.v8i1.1492

Abstract

Digitalisasi membuat merek mewah (luxury brand) seperti YSL Beauty ikut mengadopsi live streaming commerce di platform TikTok untuk memperluas pasar ke audiens muda. Namun, penggunaan platform yang massal ini dikhawatirkan dapat menurunkan eksklusivitas merek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Live Streaming Commerce terhadap Purchase Intention dengan Perceived Luxury Value sebagai variabel mediasi pada merek YSL Beauty. Menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling, penelitian ini melibatkan 160 responden yang pernah terpapar oleh tayangan live streaming YSL Beauty di Tiktok. Data yang terkumpul kemudian dianalisis dengan Structural Equation Modeling - Partial Least Squares (SEM-PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Live Streaming Commerce memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap pembentukan Perceived Luxury Value, namun tidak memiliki pengaruh langsung terhadap Purchase Intention. Perceived Luxury Value juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap Purchase Intention, dan memediasi secara penuh (full mediation) hubungan keduanya. Kesimpulan dari penelitian ini sejalan dengan teori SOR, yang membuktikan bahwa tayangan live streaming hanya sebagai stimulus awal yang tidak dapat memicu niat beli secara langsung, namun lewat persepsi nilai kemewahan yang terbentuk di benak konsumen terlebih dahulu.