Iqbal Nuzula
Universitas Islam Depok, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Optimalisasi Media Banner Untuk Meningkatkan Penjualan Produk UMKM di KP. Pitara Pancoran Mas Depok Mohammad Ali; Iqbal Nuzula; Yuyum Sumiati; Nurul Aulya Handini; Syifa Faoziah; Robi Said Jundi
Center of Knowledge : Jurnal Pendidikan Dan Pengabdian Masyarakat Volume 6 Nomor 1 Februari 2026
Publisher : Pusdikra Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51178/cok.v6i1.3324

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengoptimalkan promosi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui penggunaan banner sebagai media visual di KP. Pitara RT 03 RW 13, Pancoran Mas, Kota Depok. Kegiatan ini dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 7 Universitas Islam Depok. Mitra dalam kegiatan ini adalah dua pelaku UMKM, yaitu toko sembako dan usaha nasi bakar, yang belum memiliki media promosi visual. Metode pelaksanaan PKM menggunakan pendekatan partisipatoris melalui tahapan: (1) Persiapan (observasi, wawancara, dan koordinasi dengan mitra); (2) Perancangan (desain banner sesuai kebutuhan mitra); (3) Pelaksanaan (pencetakan dan pemasangan banner); dan (4) Evaluasi (pengamatan dampak awal pasca-pemasangan). Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemasangan banner berhasil meningkatkan daya tarik visual dan profesionalisme usaha. Banner memudahkan penyampaian informasi seperti nama usaha, produk, dan kontak kepada masyarakat, sehingga berpotensi meningkatkan minat beli. Pelaku UMKM juga memperoleh pemahaman baru mengenai pentingnya promosi visual untuk pengembangan usaha. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa banner merupakan media promosi yang sederhana, efektif dari segi biaya, dan praktis untuk diadopsi oleh UMKM di lingkungan serupa. Kegiatan lanjutan diperlukan untuk mengukur dampak langsung terhadap peningkatan omzet penjualan.
Educational Transformation with a Love-Based Curriculum: Teacher and Student Perspectives at MA Assa'adah Depok, West Java Siti 'Aisyatunnadiya; Putri Julia; Iqbal Nuzula
Journal of Islamic Education and Intellectual Discourse (JIED) Vol 1 No 2 (2025): December
Publisher : Faculty of Teacher Training and Education, Palangka Raya University, Central Kalimantan, Indonesia. Pos Code 73112

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/jied.v1i2.23699

Abstract

This research aims to analyze educational transformation through the implementation of the Love-Based Curriculum (LBC) at MA Assa'adah, by examining the perspectives of teachers and students. LBC is seen as an educational approach that emphasizes a balance between cognitive, affective, and psychomotor aspects, and is founded on compassion, empathy, and caring. The research methodology uses a qualitative approach with a case study design, employing observation, interviews, and documentation. Data analysis was carried out through reduction, presentation, and verification, with triangulation used to test data validity. The findings indicate that LBC is understood as an effort to create a humanizing learning environment for students, with teachers acting not only as knowledge transmitters but also as educators who instill values of love and care. The learning methods used are no longer solely lecture-based but place more emphasis on active student participation through discussions, group work, and collaborative projects that foster a sense of belonging and togetherness. However, the implementation of LBC still faces constraints, such as a lack of teacher understanding, limited resources/media, student resistance, curriculum density, and minimal professional training. Thus, LBC can be an educational transformation strategy that focuses not only on academic achievement but also on the holistic development of character and human values. If implemented consistently and supported by appropriate policies, LBC has great potential to produce a generation that is not only intellectually intelligent but also possesses social sensitivity, empathy, and the ability to cooperate in a diverse society. This transformation is expected to address the challenges of the Society 5.0 educational era, which demands a balance between cognitive, emotional, and spiritual intelligence.