Mila Hanifah
Universitas Negeri Jakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Korelasi Pemahaman Nilai Percaya Diri Qur’ani dengan Insecurity Mahasiswi Pendidikan Agama Islam Mila Hanifah; Suci Nurpratiwi; Khairil Ikhsan Siregar
Edukhasi: Jurnal Inovasi Pendidikan Vol 4 No 2 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan
Publisher : Edu Berkah Khatulistiwa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60132/jip.v4i2.624

Abstract

Insecure atau perasaan tidak percaya diri merupakan kondisi psikologis yang umum dialami banyak individu. Pemahaman terhadap nilai-nilai dalam Al-Qur’an diyakini dapat membantu seseorang menghadapi perasaan tidak aman melalui keyakinan bahwa setiap keterbatasan merupakan bagian dari ketetapan Allah yang perlu diterima dengan syukur dan ketenangan jiwa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure pada mahasiswi Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Jakarta. Penelitian menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan populasi sebanyak 260 mahasiswi dan sampel penelitian sebanyak 125 responden. Pengumpulan dan analisis data dilakukan menggunakan IBM SPSS Statistics 26 dan Microsoft Excel melalui uji instrumen, analisis statistik, serta uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara pemahaman nilai-nilai percaya diri dalam Al-Qur’an dengan tingkat insecure, dengan koefisien korelasi sebesar -0,347 yang menunjukkan hubungan negatif dengan tingkat kekuatan lemah. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi pemahaman terhadap nilai percaya diri dalam Al-Qur’an, maka tingkat insecure cenderung menurun. Namun, kontribusi variabel tersebut terhadap tingkat insecure hanya sebesar 12%, sehingga bukan merupakan faktor utama dalam meminimalisir insecure. Temuan ini menunjukkan perlunya pendekatan tambahan, seperti intervensi psikologis dan dukungan sosial, di luar pendekatan kognitif-teologis untuk membantu menurunkan tingkat insecure pada mahasiswi.