Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perubahan Morfologi Sungai Akibat Penambagan di Sungai Saddang Kab. Enrekang Sri Wahyuningsi; Muhammad Yunus Ali; Marupah Marupah
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/0qc08a19

Abstract

Bertujuan untuk menganalisis dampak kegiatan penambangan pasir terhadap perubahan morfologi Sungai Saddang di Desa Cemba, Kabupaten Enrekang. Metode penelitian menggunakan pendekatan survei lapangan, mengukur parameter kunci seperti kecepatan aliran, kedalaman, dan lebar, dan analisis spasial menggunakan perangkat lunak ArcGIS untuk membandingkan kondisi pada tahun 2015 dan 2025. Hasil penelitian menunjukkan perubahan morfologi yang signifikan, ditandai dengan pelebaran sungai rata-rata hingga 42% di lokasi penambangan, pendangkalan, percabangan alur sungai, dan pembentukan kolam galian. Kegiatan penambangan juga mengakibatkan erosi tebing, penurunan kualitas air, kerusakan vegetasi riparian, dan peningkatan risiko banjir dan tanah longsor. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa penambangan pasir memiliki dampak yang signifikan terhadap degradasi fisik sungai dan ekosistem di sekitarnya. Oleh karena itu, pengelolaan penambangan yang berwawasan lingkungan diperlukan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada morfologi sungai di masa mendatang. KATA KUNCI Morfologi sungai, penambangan pasir, Sungai Saddang, erosi, ArcGIS   ABSTRACT: This study aims to analyze the impact of sand mining activities on the morphological changes of the Saddang River in Cemba Village, Enrekang Regency. The research method used a field survey approach, measuring key parameters such as flow velocity, depth, and width, and spatial analysis using ArcGIS software to compare conditions in 2015 and 2025.The results showed significant morphological changes, characterized by an average river widening of up to 42% at the mining site, silting, branching of the river channel, and the formation of excavated ponds. Mining activities also resulted in bank erosion, decreased water quality, damage to riparian vegetation, and an increased risk of flooding and landslides. The study's conclusions confirm that sand mining has a significant impact on the physical degradation of the river and its surrounding ecosystem. Therefore, environmentally sound mining management is necessary to prevent further damage to the river's morphology in the future. Keywords: River morphology, sand mining Saddang River, erosion, ArcGIS
Pengaruh Debit Banjir Terhadap Gerusan pada Tebing Sungai di Kecamatan Tompobulu Kabupaten Maros Nur Aesa Hariyanto; Muhammad Agusalim; Muhammad Yunus Ali
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/thbf4c20

Abstract

Debit banjir merupakan faktor utama yang memengaruhi dinamika morfologi sungai, khususnya erosi tebing Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan debit banjir terhadap tingkat gerusan pada tebing Sungai Tompobulu, Kabupaten Maros Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan analisis hidrologi (curah hujan rencana dan debit banjir menggunakan HSS Nakayasu) serta analisis hidraulika (parameter aliran dan gaya geser) Data primer diperoleh melalui pengukuran lapangan pada tiga segmen sungai (hulu, tengah, hilir), sedangkan data sekunder berupa curah hujan historis diperoleh dari BBWS Pompengan Jeneberang Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit banjir berbanding lurus dengan peningkatan kecepatan aliran, stream power, yang berdampak pada intensitas gerusan pada tebing Segmen tengah menunjukkan tingkat gerusan yang terjadi paling tinggi akibat kombinasi debit besar, kondisi tebing yang tidak stabil, dan minimnya vegetasi Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan DAS dan perlindungan tebing sungai sebagai upaya mitigasi terjadinya gerusan dan banjir)