Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Tinggi Gelombang Terhadap Refraksi Gelombang di Pulau Gusung, Kota Makassar Sariana Sariana; Kasmawati Kasmawati; Hamzah Al Imran
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/8mms4f73

Abstract

ABSTRAK: Pulau Gusung di Kota Makassar merupakan pulau kecil yang langsung berhadapan dengan laut terbuka sehingga sangat dipengaruhi oleh dinamika gelombang. Salah satu proses transformasi gelombang yang berperan penting di wilayah ini adalah refraksi gelombang, yang dipengaruhi oleh perubahan kedalaman dan tinggi gelombang datang. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh tinggi gelombang terhadap refraksi gelombang di sekitar Pulau Gusung. Pendekatan yang digunakan adalah kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder berupa data tinggi gelombang, angin, dan parameter gelombang dari BMKG periode 2019–2023. Analisis dilakukan melalui perhitungan karakteristik gelombang dan koefisien refraksi berdasarkan teori transformasi gelombang di perairan dangkal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan tinggi gelombang di laut lepas berpengaruh terhadap perubahan nilai koefisien refraksi, yang selanjutnya memengaruhi distribusi energi gelombang di sekitar pulau. Kondisi ini berimplikasi pada potensi abrasi dan pengendapan di zona pesisir tertentu. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pertimbangan dalam pengelolaan wilayah pesisir Pulau Gusung. KATA KUNCI Tinggi Gelombang, Refraksi Gelombang, Pulau Gusung, transformasi gelombang   ABSTRACT: Gusung Island, located in Makassar City, is a small island directly exposed to open-sea conditions and therefore strongly influenced by wave dynamics. One of the important wave transformation processes in this area is wave refraction, which is affected by seabed topography and incoming wave height. This study aims to analyze the effect of wave height on wave refraction around Gusung Island. A quantitative approach was applied using secondary data consisting of wave height, wind, and wave parameters obtained from BMKG for the period 2019–2023. The analysis was conducted by calculating wave characteristics and refraction coefficients based on wave transformation theory in shallow waters. The results indicate that increasing offshore wave height influences changes in the refraction coefficient, which in turn affects the distribution of wave energy around the island. These conditions have implications for abrasion and sedimentation potential in certain coastal zones. The findings are expected to serve as a reference for coastal management and planning in the Gusung Island area. Keywords: Wave Height, Wave Refraction, Gusung Island, Wave Transformation  
Pemodelan Numerik Transportasi Sedimen pada Ekosistem Mangrove Lantebung Makassar Menggunakan Software MIKE 21 Tanti Triana; Nenny Nenny; Kasmawati Kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aenven12

Abstract

ABSTRAK Hutan mangrove memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekologi pesisir, termasuk dalam proses sedimentasi. Namun, informasi mengenai sebaran sedimen di Kawasan Mangrove Lantebung masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola transportasi sedimen menggunakan metode pemodelan numerik MIKE 21. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa gelombang, pasang surut, dan angin dari BMKG. Hasil pemodelan menunjukkan adanya variasi pola sedimentasi pada 7 titik koordinat yang dianalisis. Sebagian besar titik mengalami akresi (pengendapan), dengan titik koordinat I menunjukkan akresi cepat dan stabil sebesar 0,278 m, sedangkan titik koordinat III mengalami erosi stabil sebesar -0,015 m. Transportasi sedimen dipengaruhi oleh dinamika arus pasang surut, gelombang, dan vegetasi mangrove. Penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi MIKE 21 efektif untuk memprediksi pola transportasi sedimen sebagai dasar pengelolaan kawasan pesisir. Kata Kunci: Transportasi sedimen, mangrove, MIKE 21.   ABSTRACT Mangrove forests play an important role in maintaining the ecological balance of coastal areas, including in the sedimentation process. However, information regarding sediment distribution in the Lantebung Mangrove Area is still limited. This study aims to analyze sediment transport patterns using the MIKE 21 numerical modeling method. The research method uses a quantitative descriptive approach with secondary data consisting of waves, tides, and wind from BMKG. The modeling results show variations in sedimentation patterns at the 7 coordinate points analyzed. Most points experienced accretion (deposition), with coordinate point I showing rapid and stable accretion of 0.278 m, while coordinate point III experienced stable erosion of -0.015 m. Sediment transport is influenced by the dynamics of tidal currents, waves, and mangrove vegetation. This study confirms that the application of MIKE 21 is effective for predicting sediment transport patterns as a basis for coastal area management. Keyworsds: Sediment transport, mangrove, MIKE 21.
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih di Kelurahan Galonta Kecamatan Enrekang Sulastri Amir; Sukmasari Antaria; Kasmawati kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p7fdz876

Abstract

ABSTRAKAir bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia sehingga sistem pengelolaan air harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Air berperan penting bagi kehidupan manusia dalam perencanaan dan pembangunan kota. Di kawasan permukiman, air merupakan infrastruktur penting untuk mendukung keberlanjutan dan pembangunan. Air tidak lagi menjadi komoditas yang tersedia secara luas dan digunakan secara bebas, melainkan menjadi komoditas ekonomi yang langka. Sistem distribusi air bersih sangat penting untuk memastikan akses air yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tantangan utama dalam distribusi air bersih meliputi aliran air yang terbatas, perbedaan ketinggian di area layanan, dan tekanan rendah dalam jaringan distribusi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih 10 tahun mendatang di kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, dan Untuk merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih di kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang menggunakan software EPANET 2.0. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, serta pemodelan dan simulasi sistem distribusi menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih rata-rata untuk seluruh penduduk di Kelurahan Galonta pada tahun 2034 diperoleh sebesar 5,234 liter/detik, yang mencakup kebutuhan domestik, non domestik, serta faktor kehilangan air. Kemudian berdasarkan hasil simulasi EPANET 2.0 direncanakan reservoir dengan tampungan 49,5 m3 dan jaringan pipa sepanjang 4.042,8 m. Kata Kunci: air bersih, distribusi air bersih, EPANET 2.0, reservoir ABSTRACTClean water is one of the most important elements for human life, so the water management system must continue to be improved from year to year. Water is very important for human life in urban planning and development. In settlements, water is an important infrastructure to support its sustainability and development. Water is no longer a commodity that is widely available and used freely, but has become a scarce economic commodity. Clean water distribution systems are very important to ensure sustainable water access for the community. The main challenges in clean water distribution include limited water flow, differences in elevation in the service area, and low pressure in the distribution network. This study aims to determine the amount of clean water needed for the next 10 years in Galonta Village, Enrekang District, and To plan a clean water distribution network system in Galonta Village, Enrekang District using EPANET 2.0 software. The research method includes primary and secondary data collection, as well as modeling and simulation of the distribution system using EPANET 2.0 software. The results of the study indicate that the average clean water requirement for all residents in Galonta Village in 2034 is 5,234 liters/second, which includes domestic, non-domestic needs, and water loss factors. Then, based on the results of the EPANET 2.0 simulation, a reservoir with a capacity of 49.5 m3 and a pipe network of 4042.8 m is planned. Keywords: clean water, clean water distribution, EPANET 2.0, reservoir