Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Distribusi Tekanan Dan Jenis Aliran Pada Pipa Akrilik Dan Pvc (Uji Laboratorium) Ahmad Yudhi Yansyah.S; Farida Gaffar; Muh. Amir Zainuddin
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/ej171c04

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis distribusi tekanan dan karakteristik jenis aliran pada pipa akrilik dan pipa PVC melalui pengujian laboratorium menggunakan Fluid Friction Apparatus. Pengamatan dilakukan pada dua model pipa, yaitu pipa akrilik lurus berdiameter 2,06 cm dan pipa PVC dengan perubahan penampang dari 1,66 cm menjadi 2,06 cm. Data yang diperoleh meliputi debit aliran, tekanan statis, tekanan dinamis, kecepatan aliran, viskositas kinematik, serta bilangan Reynolds. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan debit aliran menyebabkan kenaikan tekanan statis dan tekanan dinamis pada kedua jenis pipa. Pada pipa PVC dengan pembesaran penampang, tekanan statis meningkat pada penampang yang lebih besar akibat penurunan kecepatan aliran, sedangkan tekanan dinamis lebih tinggi pada penampang yang lebih kecil. Analisis bilangan Reynolds menunjukkan perubahan pola aliran dari laminer menuju turbulen seiring meningkatnya debit. Secara umum, pipa akrilik menunjukkan distribusi tekanan yang lebih stabil dibandingkan pipa PVC karena tingkat kekasaran permukaannya lebih rendah, sehingga lebih mendukung aliran yang lebih teratur Kata Kunci: distribusi tekanan, jenis aliran, pipa akrilik, pipa PVC, bilangan Reynolds. ABSTRACT This study aims to analyze the pressure distribution and flow characteristics in acrylic and PVC pipes through laboratory testing using a Fluid Friction Apparatus. Observations were conducted on two pipe models, namely a straight acrylic pipe with a diameter of 2.06 cm and a PVC pipe with a cross-sectional change from 1.66 cm to 2.06 cm. The collected data include flow discharge, static pressure, dynamic pressure, flow velocity, kinematic viscosity, and Reynolds number. The results show that an increase in flow discharge leads to an increase in both static and dynamic pressures in the two types of pipes. In the PVC pipe with an enlarged cross-section, static pressure increases in the larger section due to the decrease in flow velocity, while dynamic pressure is higher in the smaller section. The Reynolds number analysis indicates a transition of flow pattern from laminar to turbulent as the discharge increases. In general, the acrylic pipe shows a more stable pressure distribution compared to the PVC pipe due to its lower surface roughness, which supports a more uniform flow. Keyworsds: pressure distribution, flow type, acrylic pipe, PVC pipe, Reynolds number
Pengaruh Kecepatan Aliran terhadap Efektivitas Jaring Berpori dalam Mengurangi Gerusan di Sekitar Pilar Suharmin Djumali; Hamzah Al Imran; Muh. Amir Zainuddin; Muhammad Agusalim; Muhammad Faisal
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/q98dca31

Abstract

ABSTRAK Gerusan lokal di sekitar pilar jembatan merupakan salah satu penyebab utama kerusakan struktur jembatan akibat interaksi kompleks antara aliran dan dasar saluran. Kecepatan aliran dan debit yang tinggi dapat memicu terbentuknya pusaran kuat (horseshoe vortex) yang mempercepat proses penggerusan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecepatan aliran terhadap kinerja jaring berpori dalam mengurangi gerusan di sekitar pilar jembatan. Penelitian dilakukan secara eksperimental di Laboratorium Hidraulika Universitas Muhammadiyah Makassar dengan menggunakan saluran terbuka dan model fisik pilar jembatan. Dua model jaring berpori berbentuk segitiga dengan jumlah yang berbeda, diuji pada dua variasi debit aliran Q1 dan Q2 dan dengan variasi waktu 15 menit. Parameter yang dianalisis meliputi kecepatan aliran, kedalaman aliran, debit, bilangan Froude, bilangan Reynolds, serta kedalaman gerusan maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemasangan model jaring berpori mampu menurunkan kecepatan aliran di sekitar pilar dan mengubah karakteristik aliran menuju kondisi subkritis, sehingga intensitas pusaran berkurang. Penurunan kecepatan aliran tersebut berdampak langsung pada berkurangnya kedalaman gerusan dibandingkan dengan kondisi tanpa model jaring berpori. Model jaring berpori 2 menunjukkan kinerja yang lebih efektif dalam mereduksi gerusan pada kedua variasi debit. Dengan demikian, jaring berpori berpotensi menjadi alternatif struktur pelindung yang efektif dan sederhana untuk mengendalikan gerusan lokal di sekitar pilar jembatan.