Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Kebutuhan Air Jaringan Irigasi Dea di Kec. Baranti Kab. Sidenreng Rappang Muh Syarwan Syamsul; Fidyany Podding; Sukmasari Antaria; Farida Gaffar
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h4b02e03

Abstract

ABSTRAKSektor pertanian memiliki peran strategis dalam pembangunan perekonomian nasional, terutama dalam upaya mewujudkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Salah satu aspek penting dalam mendukung produktivitas pertanian adalah ketersediaan air melalui sistem irigasi yang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan air irigasi pada Jaringan Irigasi Dea di Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang. Pendekatan yang digunakan adalah keseimbangan air dengan memperhatikan faktor curah hujan, topografi, serta kondisi hidrologis daerah penelitian. Lokasi penelitian berada di Kecamatan Baranti dengan data curah hujan selama 20 tahun terakhir yang diperoleh dari beberapa stasiun hujan di Sub DAS Walanae. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Poligon Thiessen untuk menentukan curah hujan rata-rata wilayah dan perhitungan debit aliran sungai guna mengetahui ketersediaan air irigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan air pada jaringan irigasi dea rata-rata sebesar 4,68 m³/detik, sedangkan kebutuhan air untuk lahan pertanian mencapai 1,25 m³/detik. Dengan demikian, kondisi tersebut menunjukkan bahwa sistem irigasi masih mampu memenuhi kebutuhan air tanaman, namun tetap memerlukan pengelolaan dan pengaturan distribusi air secara optimal agar tidak terjadi defisit pada musim kering.Kata Kunci: Irigasi, Keseimbangan Air, Curah Hujan, Sub DAS Walanae, Kecamatan Baranti. ABSTRACTThe agricultural sector plays a strategic role in the development of the national economy, particularly in achieving food security and community welfare. One of the crucial aspects that supports agricultural productivity is the availability of water through an efficient irrigation system. This study aims to analyze the irrigation water requirements of the Dea Irrigation Network in Baranti District, Sidenreng Rappang Regency. The approach used is the water balance method, taking into account rainfall, topography, and hydrological conditions of the study area. The research was conducted In Baranti District using rainfall data from the last 20 years obtained from several rainfall stations in the Walanae Sub-watershed. The analysis employed the Thiessen Polygon Method to determine the regional average rainfall and river discharge calculations to estimate water availability. The results show that the average water availability in the Dea irrigation network is 4.68 m³/s, while the water demand for agricultural land is 1.25 m³/s. These findings indicate that the irrigation system can still meet crop water requirements, although optimal management and distribution arrangements are necessary to prevent water deficits during the dry season.Keywords: Irrigation, Water Balance, Rainfall, Walanae Sub-Watershed, Baranti District.
Perencanaan Sistem Jaringan Distribusi Air Bersih di Kelurahan Galonta Kecamatan Enrekang Sulastri Amir; Sukmasari Antaria; Kasmawati kasmawati
Journal of Muhammadiyah’s Application Technology Vol. 5 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/p7fdz876

Abstract

ABSTRAKAir bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar bagi kehidupan manusia sehingga sistem pengelolaan air harus terus ditingkatkan dari tahun ke tahun. Air berperan penting bagi kehidupan manusia dalam perencanaan dan pembangunan kota. Di kawasan permukiman, air merupakan infrastruktur penting untuk mendukung keberlanjutan dan pembangunan. Air tidak lagi menjadi komoditas yang tersedia secara luas dan digunakan secara bebas, melainkan menjadi komoditas ekonomi yang langka. Sistem distribusi air bersih sangat penting untuk memastikan akses air yang berkelanjutan bagi masyarakat. Tantangan utama dalam distribusi air bersih meliputi aliran air yang terbatas, perbedaan ketinggian di area layanan, dan tekanan rendah dalam jaringan distribusi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jumlah kebutuhan air bersih 10 tahun mendatang di kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang, dan Untuk merencanakan sistem jaringan distribusi air bersih di kelurahan Galonta, Kecamatan Enrekang menggunakan software EPANET 2.0. Metode penelitian meliputi pengumpulan data primer dan sekunder, serta pemodelan dan simulasi sistem distribusi menggunakan perangkat lunak EPANET 2.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan air bersih rata-rata untuk seluruh penduduk di Kelurahan Galonta pada tahun 2034 diperoleh sebesar 5,234 liter/detik, yang mencakup kebutuhan domestik, non domestik, serta faktor kehilangan air. Kemudian berdasarkan hasil simulasi EPANET 2.0 direncanakan reservoir dengan tampungan 49,5 m3 dan jaringan pipa sepanjang 4.042,8 m. Kata Kunci: air bersih, distribusi air bersih, EPANET 2.0, reservoir ABSTRACTClean water is one of the most important elements for human life, so the water management system must continue to be improved from year to year. Water is very important for human life in urban planning and development. In settlements, water is an important infrastructure to support its sustainability and development. Water is no longer a commodity that is widely available and used freely, but has become a scarce economic commodity. Clean water distribution systems are very important to ensure sustainable water access for the community. The main challenges in clean water distribution include limited water flow, differences in elevation in the service area, and low pressure in the distribution network. This study aims to determine the amount of clean water needed for the next 10 years in Galonta Village, Enrekang District, and To plan a clean water distribution network system in Galonta Village, Enrekang District using EPANET 2.0 software. The research method includes primary and secondary data collection, as well as modeling and simulation of the distribution system using EPANET 2.0 software. The results of the study indicate that the average clean water requirement for all residents in Galonta Village in 2034 is 5,234 liters/second, which includes domestic, non-domestic needs, and water loss factors. Then, based on the results of the EPANET 2.0 simulation, a reservoir with a capacity of 49.5 m3 and a pipe network of 4042.8 m is planned. Keywords: clean water, clean water distribution, EPANET 2.0, reservoir