Ari Natalia Probandari
Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Dosis Dan Waktu Pemberian Suplementasi Jus Tomat (Solanum Lycopersicum) Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Post Stroke Akut Dewi Retno Sariwulan; Suroto Suroto; Ari Natalia Probandari; Suminah Suminah
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Penyakit stroke telah menjadi masalah kesehatan di dunia. Hipertensi salah satu  penyebab penyakit  stroke melalui disfungsi endotel. Tomat (Solanum Lycopersicon) mengandung antioksidan, diantaranya adalah likopen, vitamin A, vitamin C. Likopen pada tomat dikenal sebagai antioksidan yang dapat menurunkan Reactive Oxygen Species (ROS) pada berbagai organ penting, diantaranya otak dan pembuluh darah. Penelitian ini bertujuan meneliti perbedaan pengaruh dosis dan waktu pemberian suplementasi jus tomat terhadap penurunan tekanan darah pada pasien post stroke akut.Metode : Desain penelitian Randomized Control Trial (RCT). Sebanyak 55 pasien dengan post stroke akut di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dipilih secara random sebagai sampel. Sampel tersebut kemudian dibagi menjadi 5 kelompok : kontrol, jus tomat 100 cc sore, jus tomat 100 cc pagi, jus tomat 200 cc sore, dan jus tomat 200 cc pagi. Intervensi diberikan selama 7 hari. Pengukuran tekanan darah dilakukan sebelum dan sesudah perlakuan. Penurunan rata-rata tekanan darah sistolik dan diastolik diuji dengan Uji Friedman. Hasil : Hasil analisis Friedman menunjukkan tidak terdapat perbedaan penurunan tekanan darah sistolik (p> 0,05), tetapi terdapat perbedaan penurunan tekanan darah diastolik (p<0,05) dan secara klinis terdapat penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik antar kelompok. Boxplot menunjukkan penurunan tekanan darah sistolik dan diastolik sebelum dan sesudah intervensi paling banyak terjadi pada kelompok jus tomat 200 cc pada sore hari.Kesimpulan : Secara klinis pemberian suplementasi jus tomat dapat membantu penurunan tekanan darah, tetapi bukan merupakan terapi tunggal, dapat dijadikan sebagai pencegahan dan pendukung terapi obat pada pasien post stroke akut. 
Hubungan Pengetahuan Gizi Ibu dan Pola Pemberian MP – ASI dengan Perkembangan Motorik anak stunting usia 12 – 24 bulan di Kota Kupang Meirina Sulastri Loaloka; Diffah Hanim; Ari Natalia Probandari
Jurnal Gizi Kesehatan Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Program Studi Ilmu Gizi Pascasarjana Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Pengetahuan Gizi ibu merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tumbuh kembang anak. Anak stunting terjadi karena kurang zat gizi dalam jangka lama pada masa janin hingga 2 tahun pertama kehidupan seorang anak. Pola pemberian MP – ASI terlalu dini dapat mengganggu pemberian ASI eksklusif serta meningkatkan angka kesakitan pada bayi. Stunting merupakan keadaan malnutrisi kronik yang berkaitan dengan perkembangan otak anak. Hal ini disebabkan oleh adanya keterlambatan kematangan sel – sel saraf terutama bagian cerebellum yang merupakan pusat koordinasi gerak motorik.Metode : Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Subjek penelitian ini adalah anak stunting usia 12 – 24 bulan. Subjek diambil dengan menggunakan teknik total sampling sebanyak 92 anak. Teknik pengumpulan data dengan wawancara langsung, dan pengisian kuesioner pengetahuan gizi, pola pemberian MP – ASI dan perkembangan motorik anak. Data dianalisis dengan uji chi square dan regresi logistik dengan tingkat kepercayaan 95 % ( α = 0,05) dan di olah dengan SPSS 17,0 for windows.Hasil : Jumlah anak stunting berdasarkan status gizi TB/U sebanyak 67 bertubuh pendek (72, 8 % ) dan sangat pendek berjumlah 25 (27,2 % ) dari total anak yang berjumlah 92. Pengetahuan gizi ibu memiliki hubungan dengan perkembangan motorik anak stunting usia 12 – 24 bulan. Pengetahuan gizi ibu yang kurang memiliki risiko sebesar 342 kali dapat mengalami perkembangan motorik anak yang abnormal menurut test Denver II dibandingkan dengan pengetahuan gizi ibu yang baik. Pola pemberian MP – ASI meliputi jumlah asupan, frekuensi pemberian MP – ASI dan Pemberian MP–ASI tidak memiliki hubungan dengan perkembangan motorik anak stunting usia 12 – 24 bulan.Simpulan : Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan gizi ibu dengan perkembangan motorik anak stunting usia 12 – 24 bulan.Kata Kunci : Pengetahuan Gizi Ibu, Pola Pemberian MP – ASI, Perkembangan Motorik anak stunting usia 12 – 24 bulan.