Febbiyanti, Tri Rapani
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGARUH PH DAN WAKTU PENYIMPANAN TERHADAP PERTUMBUHAN Lasiodiplodia theobromae PENYEBAB KANKER BATANG TANAMAN KARET Febbiyanti, Tri Rappani; Widodo, Widodo; Wiyono, Suryo; Yahya, Sudirman
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 1, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i1.615

Abstract

Lasiodiplodia theobromae merupakan cendawan penyebab kanker batang pada tanaman karet (Hevea brasiliensis Muel Arg.), penyakit ini merupakan penyakit baru dan belum pernah dilaporkan sebelumnya di Indonesia.  Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengendalikan penyakit kanker batang. Strategi pengendalian yang terbaik adalah dengan pengelolaan penyakit yang membutuhkan pengetahuan mengenai ekobiologi patogen, inang, dan interaksinya dengan lingkungan biotik dan abiotik. Pengendalian patogen harus didasarkan pada pengetahuan tentang bioekologinya. Diharapkan dengan pengetahuan bioekologi bisa dijadikan dasar untuk bisa menghambat perkembangan atau menurunkan populasi inokulum di lapangan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pH secara in vitro terhadap pertumbuhan patogen kanker batang dan laju penurunan viabilitas tubuh buah akibat penyimpanan.  Kisaran pengaruh pH media meliputi 3, 4, 5, 6 dan 7. Penyimpanan tubuh buah dilakukan dalam wadah tanpa diberi tanah, diberi tanah steril dan tanah tidak steril. Penentuan viabilitas dilakukan pada 30, 60, 90 dan 120 hari masa penyimpanan. Semakin rendah pH menyebabkan pertumbuhan miselia terhambat.
IDENTIFIKASI PENYEBAB KEJADIAN LUAR BIASA PENYAKIT GUGUR DAUN KARET DI INDONESIA Febbiyanti, Tri Rappani; Fairuzah, Zaida
Jurnal Penelitian Karet JPK : Volume 37, Nomor 2, Tahun 2019
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v37i2.616

Abstract

Karet merupakan komoditi yang penting  dan sumber pendapatan petani bagi Indonesia. Salah satu penyebab rendahnya produksi karet di Indonesia karena adanya gangguan  berbagai penyakit.  Akhir-akhir ini, salah satu penyakit karet yang menjadi oubreak di pertanaman karet Indoensia yaitu penyakit gugur daun.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi penyakit gugur daun yang saat ini oubreak di Indonesia, mengisolasi serta mengkarakterisasi  patogen penyebabnya.  Hasil pengamatan dilapangan menujukkan gejala penyakit mengakibatkan pengguguran daun secara terus menerus hingga 75-90%,  kanopi  menjadi tipis dan produksi  turun hingga 25 ? 45% (Data Balai Penelitian Sembawa Bulan mei-juni 2018), Pengukuran intensitas penyakit berdasarkan  kategori dari International Rubber Research and Development Board (IRRDB). Penyakit ini menyerang semua klon dan semua stadia tanaman baik di pembibitan, kebun entres, tanaman belum menghasilkan dan tanaman menghasilkan.  Berdasarkan hasil secara morfologi terlihat bahwa patogen ini adalah Pestalotiopsis sp dan diperoleh 2 gejala hasil postulat koch.  
PENGUJIAN KEEFEKTIFAN BEBERAPA FUNGISIDA TERHADAP BEBERAPA PATOGEN GUGUR DAUN KARET SECARA IN VITRO FEBBIYANTI, Tri Rapani; BERLIAN, Intan
Jurnal Penelitian Karet JPK: Volume 43, Nomor 2, Tahun 2025
Publisher : Pusat Penelitian Karet - PT. Riset Perkebunan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22302/ppk.jpk.v43i2.1171

Abstract

Gangguan akibat penyakit daun pada tanaman karet menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung. Kerugian langsung yaitu berupa pengeluaran biaya untuk pengendalian sedangkan tidak langsung berupa berkurangnya atau bahkan sampai kehilangan keuntungan akibat turunnya produksi karet. Pengendalian dengan fungisida kimia memberikan pengendalian penyakit yang sangat cepat dan efektif dibandingkan dengan organik atau biologis/biofungida. Pada percobaan ini dilakukan uji bahan aktif fungisida Penflufen, Fluopyram, Tebuconazole, Trifloxistrobin, Propineb, dan Hexaconazole terhadap patogen penyebab penyakit gugur daun (PGD) Pestalotiopsis, PGD Colletotrichum, PGD Corynespora. Bahan aktif Penflufen, Fluopyram, Tebuconazole, Trifloxistrobin, Propineb, dan Hexaconazole merupakan fungisida sistemik yang memberikan perlindungan spektrum luas terhadap berbagai penyakit jamur tanaman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pengujian secara in vitro untuk Pestalotiopsis sp., C. gloesporioides, dan C. casiicola. Konsentrasi fungisida yang digunakan adalah 0; 0,5; 1; 5; 10; 20; 40 ppm. Media kultur yang digunakan media PDA yang disterilkan dengan menggunakan autoklaf pada suhu 121ºC selama 20 menit dengan tekanan 1 bar. Hasil menunjukkan fungisida berbahan aktif Tebuconazole dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm, Trifloxistrobin dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm serta Propineb dengan konsentrasi 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap Pestalotiopsis sp. Fungisida berbahan aktif Tebuconazole dengan konsentrasi 20 dan 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap C. gloesporioides. Fungisida berbahan aktif Propineb dengan konsentrasi 40 ppm mempunyai efektivitas daya hambat lebih dari 80% terhadap C. casiicola.