Bahasa sangat penting untuk perkembangan kognitif sepanjang masa kanak-kanak. Kemampuan linguistik ini meliputi pemahaman bahasa reseptif, kemampuan bahasa ekspresif, dan literasi dasar. Penilaian awal di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir menunjukkan bahwa kemampuan bahasa ekspresif anak-anak masih kurang memadai, dengan persentase rata-rata 33,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengklarifikasi penggunaan metode kunjungan lapangan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif pada anak usia dini di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir. Pendekatan yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (CAR), yang dilakukan dalam siklus yang meliputi tahapan persiapan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penelitian ini melibatkan 13 siswa dari Kelompok A. Data dikumpulkan menggunakan lembar observasi yang mencakup indikator ekspresi percakapan dan kemampuan reaksi, serta kemampuan berkomunikasi pertanyaan dan pendapat mendasar. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap dalam kemampuan berbahasa ekspresif. Pada periode pra-tindakan, persentasenya adalah 33,6%, yang meningkat menjadi 64,4% pada Siklus I, dan selanjutnya naik menjadi 89,4% pada Siklus II. Kesimpulannya, pembelajaran pengalaman melalui metode kunjungan lapangan secara signifikan meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak usia dini di TKM NU 4 Miftahul Huda Mendalanwangi Wagir. Selain itu, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas teknik ini dalam skala yang lebih luas dan untuk mengembangkan metode pembelajaran luar ruangan alternatif.