Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Literasi Laporan Keuangan Bumdes Pada Bumdes Bumi Mulya Desa Gunung Mulya Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar Nina Nursida; Raja Ade Fitrasari Mochtar; Muhammad Nu; Hamidho Sagala
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.2999

Abstract

BUMDes adalah badan hukum yang didirikan oleh desa dan/atau bersama desa-desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat desa. Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi mencatat hanya ada sekitar 37.000 BUMDes yang aktif dan setelah covid-19 hanya terdapat 10.600 BUMDes saja yang aktif melakukan transaksi atau hanya sekitar 14%. Hal ini disebabkan karena BUMDes yang ada di Indonesia masih banyak menghadapi berbagai permasalahan, salah satunya adalah terbatasnya kemampuan dalam administrasi personel dalam menyusun laporan keuangan BUMDes. Pelaporan keuangan perlu disusun dengan benar dan sesuai agar menghasilkan informasi keuangan yang terpercaya dan relevan sehingga keputusan yang diambil tepat sasaran. Pelaporan keuangan BUMDes sama halnya seperti laporan keuangan entitas profit oriented lainnya. Namun, jika BUMDes masih masuk ke dalam kriteria usaha mikro, kecil dan menengah, maka pelaporan keuangan yang disusun BUMDes harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK-EMKM). Laporan keuangan merupakan output dari tahapan siklus akuntansi yang dimulai dengan tahap pencatatan, penggolongan, pengikhtisaran, dan pelaporan. Pelaporan keuangan yang disusun oleh BUMDes Bumi Mulya masih sederhana dan belum sesuai, sehingga informasi keuangan yang dihasilkan juga belum akuntabel, relevan dan terpercaya. Hal ini dapat menyebabkan para pemangku kepentingan terutama manajemen salah dalam pengambilan keputusan. Literasi laporan keuangan perlu dimiliki oleh personel BUMDes untuk dapat menyusun laporan keuangan yang lebih berkualitas dan informatif, sehingga dapat menjadi salah satu faktor penunjang kemajuan BUMDes di masa yang akan datang. Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kantor BUMDes Bumi Mulya Desa Gunung Mulya Kecamatan Gunung Sahilan Kabupaten Kampar yang dihadiri oleh para pengurus BUMDes yang terdiri dari direktur, sekretaris, bendahara, staf dan tokoh masyarakat lainnya. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa dengan tujuan untuk memberikan pengalaman dan meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai literasi laporan keuangan BUMDes. Pelaksanaan pengabdian mendapatkan respon yang positif dari para peserta karena memudahkan pengurus BUMDes dalam memahami literasi laporan keuangan BUMDes agar menghasilkan laporan keuangan yang lebih memadai.
Pelatihan Penerapan Akuntansi Pada BUMDes Di Kec. Rokan IV Koto Siska Siska; Awliya Afwa; Nina Nursida; Nida Amaliae
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 2 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i2.3035

Abstract

BUMDES menjadi suatu badan hukum yang didirikan oleh desa guna mengelola usaha, memanfaatkan aset, mengembangkan investasi dan produktivitas, menyediakan jasa pelayanan, dan/atau menyediakan jenis usaha lainnya untuk sebesar-besarnya kesejahteraan masyarakat Desa. Pelaporan keuangan BUMDES sama halnya seperti laporan keuangan entitas profit oriented lainnya. Namun, jika BUMDES masih masuk ke dalam kriteria usaha mikro, kecil dan menengah, maka pelaporan keuangan yang disusun BUMDES harus sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro Kecil dan Menengah (SAK-EMKM). Pengabdian masyarakat ini dilakukan di Kecamatan Rokan IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu dalam bentuk penyampaian materi terkait dengan penerapan akuntansi BUMDES kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Hasil kegiatan pengabdian yaitu piutang tak tertagih tidak dihapuskan dan akumulasi penyusutan tidak disajikan dan daftar inventaris tidak dihitung sebagaimana mestinya. Solusi yang ditawarkan Solusi yang ditawarkan diantaranya perangkat BUMDES harus memastikan piutang yang memang tidak bisa di tagih harus disepakati penghapusannya melalui rapat BUMDES, selanjutnya nilai piutang yang dihapuskan diakui sebagai beban dalam laporan laba rugi, dan sebagai pengurang saldo piutang di laporan posisi keuangan.      
Peningkatan Literasi Akuntansi Dan Pengelolaan Keuangan Masyarakat Melalui Pengabdian Masyarakat Di Sekolah Rahmat Setiawan; Rona Naula Oktaviani; Nina Nursida; Anggun Eca Sasmita
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 4 No. 3 (2023): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v4i3.3547

Abstract

Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini sasarannya adalah para siswa/i di SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Barat Meranti, Riau. Permasalahan yang ada dalam PKM ini adalah rendahnya literasi akuntansi dan pengelolaan keuangan yang sesuai prinsip dasar akuntansi keuangan dikalangan masyarakat atau siswa/i sekolah menengah atas atau sederajat. Jadi, PKM ini mengusung tujuan meningkatkan literasi akuntansi dan pengelolaan keuangan melalui program pengabdian masyarakat di sekolah. Menggunakan metode sosialisasi dan diskusi tanya jawab. Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa kelas XII dari kelas IPA dan IPS dengan respon yang sangat antusiasme, terutama setelah memahami potensi finansial dalam berwirausaha. Jadi, dengan meningkatnya literasi akuntansi diharapkan memberikan dampak positif pada pengelolaan keuangan pribadi siswa/i atau masyarakat sekitar dan akan membangkitkan semangat berwirausaha untuk menciptakan ekonomi lokal yang lebih kuat.