Luluk Purbaningrum
Magister Manajemen Rumah Sakit, Program Studi Kebijakan dan Manajemen Kesehatan, Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Strategi Peningkatan Mutu Pada Infeksi Kateter Intravena Perifer Dengan Siklus Plan-Do-Study-Act Luluk Purbaningrum; Adi Utarini
The Journal of Hospital Accreditation Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35727/jha.v6i1.283

Abstract

Masalah mutu: Infeksi kateter intravena perifer atau flebitis masih menjadi permasalahan di rumah sakit dengan angka rerata pada pasien dewasa sebesar 0,2‰ sampai 0,9‰. Di RS Islam Yogyakarta PDHI, angka kejadian flebitis mencapai 7,99‰. Oleh karena itu perlu dilakukan peningkatan mutu dengan melibatkan staf dan pimpinan untuk menurunkan infeksi flebitis tersebut. Solusi: Penerapan proses peningkatan mutu dengan siklus Plan-Do-Study-Act (PDSA) untuk menurunkan angka flebitis . Implementasi: Penelitian menggunakan desain action research dengan menerapkan siklus PDSA, dengan subyek penelitian tim perbaikan flebitis. Dilakukan tiga siklus PDSA, yaitu resosialisasi standar prosedur operasional (SPO) pemasangan kateter intravena perifer, resosialisasi SPO penggantian lokasi tusukan infus, dan pelaporan kejadian infeksi kateter intravena perifer melalui grup whatsapp disertai umpan balik. Data bersumber dari data sekunder Komite PPI dengan membandingkan pencapaian sebelum dan sesudah siklus PDSA serta melihat dampak perubahannya. Evaluasi: Monitoring, pendokumentasian dan pelaporan flebitis meningkat dengan tiga siklus PDSA, dengan angka kejadian flebitis sebesar 6,72‰ pada siklus pertama, meningkat menjadi 7,60‰ pada siklus kedua serta 20,17‰ pada siklus ketiga. Intervensi melalui tiga siklus PDSA belum dapat menurunkan angka infeksi kateter intravena perifer, namun meningkatkan monitoring flebitis, pendokumentasian dan pelaporan kejadiannya. Diperlukan keberlanjutan siklus PDSA untuk dapat menurunkan kejadian flebitis sesuai target.