ABSTRAK Pembangunan infrastruktur jalan di Indonesia menuntut material timbunan pondasi dalam jumlah besar, sementara eksploitasi agregat alam menimbulkan dampak lingkungan yang signifikan dan metode stabilisasi berbasis semen Portland Ordinary menyumbang 7-8% emisi CO2 antropogenik global. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kinerja fisik, mekanis, dan struktural lapisan pondasi jalan berbahan dasar limbah bongkaran beton (Recycled Concrete Aggregate/RCA) yang distabilisasi melalui proses geopolimerisasi berbasis Fly Ash (FA) tipe C dengan kadar substitusi tetap 30%. Variabel bebas penelitian meliputi rasio aktivator terhadap prekursor (AC/FA) sebesar 0,4; 0,6; 0,8; dan 1,0, serta rasio molar NaOH terhadap Na2SiO3 sebesar 1; 1/2; 2/3; dan 3/7. RCA terlebih dahulu dikondisikan pada kondisi Saturated Surface Dry (SSD) melalui metode pre-moistening untuk menetralkan daya serap air yang tinggi. Pengujian fisik dan mekanis dilakukan mengacu pada standar SNI dan ASTM, sedangkan respons struktural dianalisis melalui pemodelan Metode Elemen Hingga (FEM) kondisi plane strain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimal dicapai pada kode RF30-AC1/2-AF0,8 dengan nilai Kuat Tekan Bebas (UCS) sebesar 7,85 MPa, Modulus Elastisitas 8801,02 kN/m2, Kuat Tarik Belah 0,726 MPa, Kuat Lentur 1,683 MPa, dan ketahanan abrasi Los Angeles sebesar 41,60%, seluruhnya memenuhi Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 dan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024. Hasil pemodelan FEM menunjukkan penurunan deformasi vertikal maksimum hingga 36% serta kapasitas dukung 1,6 kali beban rencana, yang memungkinkan reduksi ketebalan lapisan pondasi dari 60 cm menjadi 20 cm atau efisiensi material sebesar 66,7%. Temuan ini membuktikan bahwa RCA-Geopolimer berpotensi menjadi alternatif material timbunan pondasi jalan yang ramah lingkungan dan efisien secara struktural. Kata kunci: geopolimer; recycled concrete aggregate; fly ash; kuat tekan bebas; metode elemen hingga