Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Transformasi Engagement Menjadi Loyalitas: Efek Mediasi Kepuasan Pelanggan Terhadap Niat Beli Ulang di OKHOME Gilrandy Andhika Firdaus; Rita Komaladewi
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 5 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i5.9149

Abstract

Gaya hidup praktis dan meningkatnya kesibukan masyarakat urban mendorong tingginya permintaan terhadap layanan kebersihan berbasis digital. OKHOME hadir sebagai salah satu penyedia layanan kebersihan di Kota Bandung, namun dalam beberapa tahun terakhir mengalami penurunan performa yang tercermin dari turunnya rating layanan dan interaksi digital yang rendah. Kondisi ini menunjukkan perlunya analisis terhadap faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan dan niat pembelian ulang pelanggan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Customer Engagement Behavior (CEB) terhadap Repurchase Intention (RI) dengan Customer Satisfaction (CS) sebagai variabel mediasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kausalitas. Data dikumpulkan melalui kuesioner online kepada 253 responden yang pernah menggunakan layanan OKHOME di Kota Bandung minimal satu kali dalam enam bulan terakhir. Analisis data dilakukan dengan metode Partial Least Squares-Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan SmartPLS 4. Uji validitas dan reliabilitas memastikan bahwa seluruh indikator memenuhi kriteria pengukuran, sedangkan pengujian hipotesis dilakukan dengan prosedur bootstrapping sebanyak 5.000 resampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Customer Engagement Behavior berpengaruh positif dan signifikan terhadap Repurchase Intention secara langsung, serta secara tidak langsung melalui Customer Satisfaction. Selain itu, Customer Engagement Behavior juga terbukti berpengaruh signifikan terhadap Customer Satisfaction, yang pada gilirannya berkontribusi positif terhadap Repurchase Intention. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi peningkatan keterlibatan pelanggan dalam memperkuat kepuasan dan loyalitas pengguna layanan kebersihan digital.
Experiential Marketing dan Word of Mouth pada Produk Kecantikan: Jalur melalui Customer Satisfaction Rahma Hanifa Dewi; Rita Komaladewi
Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Management Studies and Entrepreneurship Journal (MSEJ)
Publisher : Yayasan Pendidikan Riset dan Pengembangan Intelektual (YRPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/msej.v6i6.9303

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Experiential Marketing terhadap Word of Mouth dengan Customer Satisfaction sebagai variabel intervening pada produk Skintific di Shopee Indonesia. Pertumbuhan pesat e-commerce telah mengubah pola konsumsi masyarakat, termasuk pada kategori produk kecantikan. Persaingan ketat di platform digital menuntut perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan promosi fungsional, tetapi juga menciptakan pengalaman konsumen yang bermakna guna mendorong keterlibatan dan komunikasi organik. Melalui pengalaman yang menyenangkan, konsumen tidak hanya merasa puas, tetapi juga terdorong untuk membagikan pengalaman mereka secara sukarela. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kepada 256 responden pengguna produk Skintific di Shopee. Analisis data dilakukan dengan metode PLS-SEM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa experiential marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap customer satisfaction maupun word of mouth. Namun, pengaruh langsung experiential marketing terhadap word of mouth lebih besar dibandingkan pengaruh tidak langsung melalui customer satisfaction. Temuan ini menegaskan bahwa strategi pemasaran berbasis pengalaman memiliki peran penting dalam membangun komunikasi mulut ke mulut yang efektif, serta dapat menjadi acuan bagi perusahaan kosmetik dalam memperkuat daya saing di pasar digital.