Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Kepemimpinan Transformasional dan Person Organizational Fit Terhadap Innovative Work Behavior Yang Dimediasi Oleh Knowledge Sharing Behavior Pada CV. Nuansa Kayu Bekas Di Sragen Veronika Maharani; Jati Waskito
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 6 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i6.9719

Abstract

Studi ini memfokuskan analisisnya pada bagaimana gaya kepemimpinan yang berorientasi transformasi serta tingkat keselarasan nilai antara karyawan dan organisasi mampu menstimulasi munculnya perilaku kerja inovatif di lingkungan CV. Nuansa Kayu Bekas, Kalijambe, Sragen. Mekanisme pertukaran pengetahuan ditempatkan sebagai jalur perantara yang diharapkan memperkuat pengaruh kedua variabel utama tersebut. Pendekatan kuantitatif dengan paradigma eksplanatori digunakan dalam riset ini, melibatkan seluruh tenaga kerja perusahaan sebagai populasi. Teknik penarikan sampel sensus berbasis kecukupan indikator menghasilkan partisipasi 100 responden. Instrumen survei dikirimkan melalui platform daring, kemudian data dianalisis memakai PLS-SEM melalui perangkat lunak SmartPLS 4.0. Temuan empiris menunjukkan bahwa baik kepemimpinan transformasional maupun person–organization fit memberi kontribusi positif dan signifikan terhadap meningkatnya inovasi dalam pekerjaan, baik secara langsung maupun dengan bantuan proses berbagi pengetahuan sebagai mediator. Implikasi dari hasil tersebut menegaskan bahwa kemampuan pemimpin dalam menciptakan inspirasi serta kesesuaian nilai antara individu dan perusahaan merupakan fondasi bagi terciptanya budaya inovatif. Penelitian ini memberi landasan strategis bagi praktik manajemen sumber daya manusia dalam mengakselerasi kinerja inovasi melalui penguatan kepemimpinan dan optimalisasi arus pengetahuan.
Impact of Community Service Activities in The Environment of Aisyiyah's Rating Management and Rating Management Amalia Fasha Nur Swastika; Devina Citra Haruna; Novi Fitriani; Veronika Maharani; Rochana Lia Nuraisyah
Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuhammadiyahan 2024: Prosiding Seminar Nasional dan Call for Paper Pengembangan Dakwah, Pondok Al Islam dan Kemuham
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Muhammadiyah merupakan organisasi Islam yang latar belakang pendiriannya didasari oleh K.H. Ahmad Dahlan mengenai Al-Qur'an Surah Ali-Imran 104, berbagai faktor lainnya antara lain ketidakmurnian dan kerancuan dalam kehidupan gereja Islam di Indonesia, tidak efektifnya lembaga keagamaan Islam, kegiatan dakwah Katolik dan Protestan; sikap para intelektual yang acuh tak acuh, bahkan terkadang merendahkan terhadap Islam. Banyak keberhasilan yang diraih dalam dakwahnya terbukti dengan semakin banyaknya amal yang dimiliki oleh muhammadiyah, namun sejauh ini muhammadiyah berhasil bertahan dan berjuang di tengah tantangan yang semakin kompleks. Ide atau tujuan gerakan Muhammadiyah dan perjuangannya adalah untuk menyebarkan agama Islam dan memodernisasi cara berpikir dan gaya hidup umat Islam modern, yang pada akhirnya membangkitkan semangat juang umat Islam di Indonesia. Itulah sebabnya cara berpikir dan hidup Islam yang direformasi disebut revivalisme Islam atau modernisme Islam. Perjuangan Muhammadiyah menghidupkan kembali Islam di Indonesia mempunyai dalil-dalil antara lain; bahwa organisasi muhammadiyah merupakan organisasi keagamaan yang berkembang pesat di indonesia. Selain itu, organisasi ini telah mewarnai sejarah perkembangan dunia Islam secara internasional, dedikasinya terhadap pembangunan Indonesia khususnya masalah sosial, pendidikan dan agama, sangat besar. Rumusan masalah dalam pembahasan ini adalah; 1). Bagaimana sejarah berdirinya, pokok-pokok pikiran muhammadiyah dan perjuangannya. 2). Apa peran Muhammadiyah dalam kebangkitan Islam di Indonesia, di Sumatera, Jawa dan luar Sumatera dan luar Jawa? 3). Mengapa Muhammadiyah ikut memperjuangkan kehidupan umat Islam yang lebih baik di masa depan? 4). Mengapa masih banyak umat Islam yang belum memahami hakikat akidah Islam dan masih memutarbalikkan akidah padahal sudah maju dan pesat di pusat-pusat pembelajaran Islam.