Evelyn Silalahi
Universitas Negeri Medan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pemodelan Graf Berbobot untuk Penentuan Prioritas Jarak dan Estimasi Waktu Distribusi MBG dari SPPG ke Sekolah Mitra di Medan Tuntungan Menggunakan Algoritma Dijkstra Evelyn Silalahi; Alvin Hafiz; Suvriadi Panggabean
Griya Journal of Mathematics Education and Application Vol. 6 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Pendidikan Matematika FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/griya.v6i2.1232

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membutuhkan sistem distribusi yang tepat waktu dan efisien dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke sekolah-sekolah mitra guna menjaga kualitas dan kehangatan makanan. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan graf berbobot dalam menentukan prioritas jarak dan mengestimasi waktu distribusi MBG dari SPPG Simpang Selayang ke 10 sekolah dasar di Kecamatan Medan Tuntungan. Metode kuantitatif diterapkan dengan mengimplementasikan Algoritma Dijkstra pada jaringan jalan nyata berbasis OpenStreetMap (OSM). Data koordinat lokasi dikumpulkan melalui web scraping dan divalidasi menggunakan bounding box administratif. Untuk memberikan gambaran operasional yang lebih realistis, analisis sensitivitas dilakukan pada tiga skenario kecepatan rata-rata, yaitu 20, 30, dan 40 km/jam. Hasil komputasi menunjukkan bahwa SD NEGERI 065012 menjadi prioritas distribusi pertama dengan jarak rute terpendek (1,219 km), sedangkan SD N 060972 berada pada prioritas terakhir (5,763 km). Pada skenario kecepatan moderat (30 km/jam), rata-rata waktu tempuh distribusi ke seluruh sekolah adalah 6,4 menit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Algoritma Dijkstra berbasis jaringan jalan OSM terbukti lebih efektif dan realistis dalam mengoptimalkan rute distribusi dibandingkan perhitungan jarak garis lurus (Haversine), sehingga dapat menjadi acuan pengambilan keputusan logistik yang efisien bagi pengelola program MBG.