Dian Hudawan Santoso
Program Studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana UGM

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Dampak Pencemaran Udara Terhadap Kesehatan Manusia: Analisis Literatur Review Aditya Lukman Ansari; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16819

Abstract

Pencemaran udara merupakan ancaman serius terhadap kesehatan manusia yang berdampak pada berbagai sistem organ dan menyebabkan penyakit kronis maupun akut. Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak pencemaran udara terhadap kesehatan manusia melalui tinjauan literatur dan analisis bibliometrik menggunakan metadata dari database Scopus dengan alat analisis Biblioshiny. Metode penelitian mencakup identifikasi tren publikasi, pemetaan jejaring kolaborasi peneliti, serta klasifikasi tema-tema utama penelitian dalam dua dekade terakhir. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian di bidang ini mengalami pertumbuhan pesat, dengan puncak publikasi pada tahun 2024 yang mencapai lebih dari 580 artikel. Tiga pilar utama diskursus ilmiah teridentifikasi, yaitu kualitas udara (air quality), pencemaran udara (air pollution), dan materi partikulat (particulate matter), masing-masing dengan frekuensi kemunculan di atas 1.400 kali. Dominasi institusi riset berasal dari China, dengan Peking University sebagai kontributor terbesar (230 publikasi). Analisis jaringan co-occurrence mengungkap empat klaster penelitian utama yang mencakup mekanisme paparan PM2.5 dan PM10, manajemen kualitas udara perkotaan, sistem pemantauan lingkungan, serta analisis dampak berdasarkan jenis kelamin dan kelompok usia. Studi ini memberikan dasar empiris bagi penguatan kebijakan kesehatan lingkungan yang responsif terhadap permasalahan pencemaran udara, serta mengarahkan riset lebih lanjut dalam bidang kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Bagaimana La Nina Dan El Nino Memberikan Pengaruh Terhadap Pencemaran Udara? Sebuah Tinjauan Bibliometrik Muhammad Zidan Dzakwan; Dian Hudawan Santoso
Prosiding Seminar Nasional Teknik Lingkungan Kebumian SATU BUMI Vol 7 No 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL TEKNIK LINGKUNGAN KEBUMIAN (SATU BUMI) KE-VII
Publisher : UPN "Veteran" Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31315/psb.v7i1.16831

Abstract

Fenomena El Niño dan La Niña merupakan variabilitas iklim alami yang mempengaruhi kondisi atmosfer dan pencemaran udara secara signifikan. Perubahan pola cuaca akibat fenomena ini berdampak pada distribusi dan konsentrasi polutan di berbagai wilayah. Penelitian ini bertujuan melakukan tinjauan bibliometrik untuk mengidentifikasi tren penelitian, jejaring kolaborasi, dan perkembangan ilmu terkait pengaruh El Niño dan La Niña terhadap kualitas udara. Data diperoleh dari metadata publikasi pada basis data Scopus periode 2000–2025 dan dianalisis menggunakan perangkat lunak Biblioshiny. Metode meliputi analisis performa publikasi, jejaring kolaborasi antar institusi dan negara, serta analisis tematik untuk memetakan evolusi konsep dan kata kunci utama. Hasil studi menunjukkan teridentifikasi 58 dokumen pada 36 sumber publikasi dengan laju pertumbuhan 11,13% per tahun, rata-rata 32,59 sitasi per dokumen, serta 36,21% kolaborasi internasional. Tema utama yang teridentifikasi mencakup air pollution, environmental monitoring, spatiotemporal analysis, air quality, dan particulate matter. Tiongkok mendominasi kontribusi publikasi dan afiliasi institusi, dengan Zhejiang University of Technology sebagai institusi paling produktif (10 artikel). Atmospheric Environment menjadi sumber referensi paling relevan (10 dokumen). Studi ini memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan riset dan kebijakan adaptasi berbasis bukti ilmiah guna mengelola dampak variabilitas iklim terhadap pencemaran udara, sekaligus menunjukkan peluang riset di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia.