Adinda Maulidin
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH ZERO HUNGER (SDGS 2) DAN DECENT WORK AND ECONOMIC GROWTH (SDGS 8) TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI INDONESIA Adinda Maulidin; Rofiqoh Ferawati; Beid Fitrianova Andriani
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 7 No. 2 (2026): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v7i2.11625

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Zero Hunger (SDG 2) dan Decent Work and Economic Growth (SDG 8) terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain explanatory research serta memanfaatkan data sekunder berbentuk data panel yang mencakup 34 provinsi di Indonesia selama periode 2022–2024 sehingga diperoleh 102 observasi. Data dianalisis menggunakan regresi data panel dengan bantuan perangkat lunak EViews. Pemilihan model terbaik dilakukan melalui Chow Test dan Hausman Test yang menunjukkan bahwa Fixed Effect Model (FEM) merupakan model yang paling sesuai. Variabel Zero Hunger diproksikan melalui prevalensi stunting, sedangkan variabel Decent Work and Economic Growth diproksikan melalui Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) dan pertumbuhan ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi stunting berpengaruh negatif dan signifikan terhadap IPM, yang mengindikasikan bahwa penurunan stunting mampu meningkatkan kualitas pembangunan manusia. TPT juga berpengaruh signifikan terhadap IPM, sedangkan pertumbuhan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap IPM selama periode penelitian. Secara simultan, variabel Zero Hunger dan Decent Work and Economic Growth berpengaruh signifikan terhadap IPM dengan nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 37,99%, sedangkan 62,01% sisanya dijelaskan oleh faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan pembangunan manusia di Indonesia memerlukan kebijakan yang terintegrasi melalui percepatan penurunan stunting, peningkatan kualitas dan kesempatan kerja, serta pembangunan ekonomi yang lebih inklusif untuk mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).