Perusahaan XYZ merupakan instansi pemerintah berstatus Badan Layanan Umum yang menyelenggarakan layanan pelatihan, sertifikasi, dan pengembangan kompetensi di sektor minyak dan gas bumi. Pelaksanaan layanan tersebut membutuhkan pengelolaan biaya operasional yang terkendali agar penggunaan anggaran dapat mendukung pencapaian pendapatan secara ekonomis, efisien, dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan komponen biaya operasional, tingkat ekonomis penggunaan anggaran, efisiensi biaya operasional terhadap pendapatan operasional, serta efektivitas pendapatan Perusahaan XYZ selama periode 2021–2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan dan dokumen terkait Perusahaan XYZ. Teknik analisis yang digunakan terdiri atas analisis deskriptif, rasio ekonomis, rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO), dan rasio efektivitas pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total beban operasional meningkat dari Rp177.570.692.797 pada tahun 2021 menjadi Rp192.950.397.804 pada tahun 2022 dan Rp215.256.422.552 pada tahun 2023. Komponen beban terbesar terdiri atas beban barang dan jasa, beban pegawai, serta beban penyusutan dan amortisasi. Rasio ekonomis masing-masing sebesar 99,82%, 99,57%, dan 99,86%, sehingga penggunaan anggaran tergolong ekonomis. Rasio BOPO menurun dari 103,98% pada tahun 2021 menjadi 98,57% pada tahun 2022 dan 98,36% pada tahun 2023. Penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan, tetapi tingkat efisiensi masih tergolong tidak efisien pada tahun 2021 dan kurang efisien pada tahun 2022–2023. Sementara itu, rasio efektivitas pendapatan sebesar 152,59%, 147,13%, dan 118,56%, sehingga seluruhnya berada dalam kategori sangat efektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Perusahaan XYZ mampu mengelola biaya operasional secara ekonomis dan relatif efisien, meskipun masih terdapat peningkatan beban operasional yang perlu dikendalikan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan biaya yang lebih optimal, khususnya pada komponen biaya yang dominan, untuk meningkatkan efisiensi serta mendukung peningkatan pendapatan lembaga di masa mendatang.