Nyeri persalinan yang tidak terkelola dengan baik dapat menimbulkan kelelahan, kecemasan, serta berdampak pada kemajuan persalinan. Salah satu upaya nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri persalinan adalah terapi moksa, yaitu terapi berbasis panas yang bertujuan memberikan relaksasi dan meningkatkan kenyamanan ibu bersalin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi moksa terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif pada ibu bersalin. Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan pendekatan one group pretest–posttest. Populasi penelitian adalah seluruh ibu bersalin kala I fase aktif di Klinik Tabina Sukaraya, dengan jumlah sampel sebanyak 30 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Tingkat nyeri persalinan diukur sebelum dan sesudah pemberian terapi moksa menggunakan skala nyeri. Analisis data dilakukan menggunakan Uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan tingkat nyeri persalinan sebelum dan sesudah pemberian terapi moksa. Sebagian besar responden (18 orang) mengalami penurunan tingkat nyeri setelah intervensi, sementara 10 responden tidak mengalami perubahan dan 2 responden mengalami peningkatan nyeri. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan secara statistik antara pemberian terapi moksa terhadap penurunan nyeri persalinan kala I fase aktif. Pemberian terapi moksa berpengaruh signifikan dalam menurunkan intensitas nyeri persalinan kala I fase aktif.