This Author published in this journals
All Journal Haluan Sastra Budaya
Awaliani Muflichah
Universitas Diponegoro, Semarang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pertentangan Kaum Muda dan Kaum Tua dalam Novel Anak Rantau Karya A. Fuadi: Kajian Arena Pierre Bourdieu Awaliani Muflichah
Haluan Sastra Budaya Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/hsb.v10i1.120067

Abstract

Novel Anak Rantau mencerminkan kondisi sosial dan budaya masyarakat Minangkabau ketika dihadapkan dengan perubahan zaman. Kondisi tersebut kemudian memunculkan pertentangan antara kaum muda dengan kaum tua yang memiliki perbedaan pandangan terhadap nilai-nilai aturan adat-istiadat. Penelitian ini bertujuan memaparkan bagaimana pertentangan antara kaum muda dan kaum tua dapat terjadi akibat adanya perbedaan habitus dan modal, serta bagaimana perbedaan dua kelompok tersebut bertemu di dalam arena untuk memperebutkan dominasi.  Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan strukturalisme genetik Pierre Bourdieu berupa teori arena untuk membedah data berupa narasi dan dialog dalam novel tersebut.  Hasil penelitian menunjukkan kaum muda bertindak sebagai aktor/agen perubahan yang membawa habitus baru berbasis modernitas yang efisien, teknologi hiburan,  dan pandangan agama yang berbeda dari kaum tua. Tindakan kaum muda merupakan bentuk perlawanan terhadap kaum tua yang menjunjung tinggi aturan adat-istiadat. Kaum tua mengandalkan modal simbolik berupa otoritas adat dan modal kultural tradisional untuk mempertahankan nilai-nilai lama. Pertentangan kaum muda dan kaum tua menjadi titik balik yang mengembalikan legitimasi kaum tua sebagai pemegang otoritas di masyarakat. Krisis sosial tersebut juga mendorong terjadinya negosiasi penguatan kembali lembaga adat sebagai alat kontrol sosial, dengan tetap mempertimbangkan habitus positif yang dibawa kaum muda.