Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengalaman Keluarga Dalam Pengambilan Keputusan Terkait Komplikasi Perinatal dewi setyoningsih
Jurnal Sains dan Teknologi Kesehatan Vol. 6 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Politeknik Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52234/jstk.v6i1.393

Abstract

Latar Belakang : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah satu indikator untuk menilai derajat kesehatan perempuan. Kematian ibu masih menjadi masalah yang kompleks, dan disebabkan oleh tiga keterlambatan ( terlambat mengenali masalah kehamilan, terlambat mengambil keputusan, terlambat mencapai fasilitas kesehatan). Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana peran keterlibatan keluarga, khususnya suami mereka, terhadap kesehatan ibu dan bagaimana pola pengambilan keputusan dalam keluarga, terkait dengan komplikasi perinatal. Metode : Penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan fenomenologi. Jumlah partisipan dalam penelitian ini adalah enam pasangan suami istri di Klampok, Sidoharjo, Wonogiri. Hasil: Pengambilan keputusan dalam keluarga, khususnya terkait kesehatan maternal, umumnya masih didominasi oleh suami karena faktor budaya dan peran sebagai pencari nafkah. Keterlibatan istri meningkat jika memiliki pendidikan, pengetahuan, dan akses ekonomi yang lebih baik. Keluarga dengan akses terbatas cenderung menunda pemanfaatan layanan kesehatan, sehingga penting untuk meningkatkan keterlibatan perempuan dan akses informasi guna mendukung kesehatan ibu. Kesimpulan : Pengambilan keputusan dalam keluarga, khususnya terkait kesehatan maternal, masih didominasi oleh suami sebagai pihak yang memiliki otoritas utama. Meskipun idealnya keputusan diambil melalui musyawarah, realitanya hanya sedikit keluarga yang benar-benar mencapai kesepakatan bersama. Dominasi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial ekonomi, seperti tingkat pengetahuan, pendidikan, pekerjaan, nilai budaya, dan kondisi kesehatan ibu.
Studi Kualitatif Pengalaman Wanita Dalam Pemilihan Alat Kontrasepsi di Desa Tempursari dewi setyoningsih
JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) Vol. 4 No. 1 (2025): JURNAL KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA)
Publisher : UNIVERSITAS ADIWANGSA JAMBI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia yang diharapkan dapat membentuk manusia yang berkualitas dan dapat mengurangi kelahiran bayi serta kematian perempuan (ibu). Kematian yang terjadi pada perempuan dapat disebabkan karena jarak kehamilan yang dekat atau bahkan karena seringnya mengalami keguguran. Namun, program keluarga berencana hanya dipahami untuk dipakai perempuan saja, sehingga peranan keluarga menjadi tidak seimbang. Perempuan-perempuan di Desa Klampok tidak menyadari bahwa dia menjadi target sasaran pembangunan bangsa. Masyarakat hanya memahami bahwa tujuan keluarga berencana dengan menggunakan alat kontrasepsi adalah untuk mensejahterakan masyarakat tanpa menyadari adanya ketidakadilan antara laki-laki dan perempuan. Perempuan menjadi pemilik rahim bertanggung jawab terhadap fungsi reproduksinya. Alat-alat kontrasepsi yang tersebar pada masyarakat lebih banyak ditujukan untuk perempuan dan cocok digunakan Perempuan. Sehingga banyak masyarakat yang beranggapan bahwa masalah reproduksi dengan membatasi kehamilan dan kelahiran anak menjadi tanggung jawab Perempuan. Jenis penelitian ini adalah Studi Kualitatif. Dalam penelitian ini, peneliti mendeskripsikan pengetahuan dan pengalaman perempuan mengenai penggunaan  kontrasepsi. Informasi diperoleh melalui observasi  kehidupan perempuan dan wawancara terhadap lima orang perempuan pengguna alat kontrasepsi. Kontrasepsi meliputi suntikan, pil, implan, IUD, dan metode kontrasepsi mantap. Karena efektivitas alat kontrasepsi menimbulkan ketidaknyamanan bagi penggunanya, seringkali perempuan mengganti metode kontrasepsinya agar sesuai dengan tubuhnya. Sekalipun hal itu membuat seorang Perempuan tidak nyaman, namun mereka tetap bertahan karena tidak punya pilihan lain. Pengetahuan perempuan terhadap metode kontrasepsi masih sangat rendah, dan pengetahuan tersebut kebanyakan diperoleh melalui pengalaman orang tua dan saudara kandungnya. Pasangan (suami)  kurang terlibat, bahkan ada pasangan yang tidak mau mengetahui penggunaan kontrasepsi pasangannya (istri). Beberapa faktor yang mempengaruhi penggunaan  metode kontrasepsi antara lain pengetahuan, masyarakat, pendidikan, dorongan dari keluarga dan pasangan, serta efek samping penggunaan. Perempuan mempunyai hak untuk memilih jenis alat kontrasepsi yang digunakannya, namun mereka tidak berhak menolaknya, meskipun alat tersebut bisa berdampak membahayakan kesehatannya.