Kontrasepsi implan merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang memiliki efektivitas tinggi dalam mencegah kehamilan. Meskipun demikian, tingkat penggunaan kontrasepsi implan di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan metode kontrasepsi jangka pendek. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan dan dukungan suami menjadi salah satu faktor yang berperan penting dalam keputusan perempuan menggunakan kontrasepsi implan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mensintesis hasil-hasil penelitian mengenai keterlibatan dan dukungan suami sebagai determinan utama rendahnya penggunaan kontrasepsi implan. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengacu pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA) 2020. Penelusuran artikel dilakukan melalui database Google Scholar, PubMed, ScienceDirect, Garuda, dan DOAJ menggunakan kata kunci yang berkaitan dengan dukungan suami, keterlibatan suami, kontrasepsi implan, dan keluarga berencana. Artikel yang diterbitkan pada periode 2020–2026, tersedia dalam teks lengkap, serta sesuai dengan tujuan penelitian diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Sebanyak 10 artikel memenuhi kriteria dan dianalisis secara deskriptif melalui sintesis tematik.Hasil kajian menunjukkan bahwa dukungan suami merupakan determinan yang paling konsisten dalam meningkatkan penggunaan kontrasepsi implan. Bentuk dukungan yang ditemukan meliputi dukungan emosional, informasional, instrumental, serta keterlibatan dalam pengambilan keputusan reproduksi. Selain itu, faktor lain seperti tingkat pengetahuan, pendidikan, sikap, paritas, kondisi sosial ekonomi, kualitas pelayanan kesehatan, dan budaya juga memengaruhi penggunaan kontrasepsi implan. Namun demikian, sebagian besar penelitian menunjukkan bahwa perempuan yang memperoleh dukungan dari suaminya memiliki kecenderungan lebih tinggi untuk memilih dan mempertahankan penggunaan kontrasepsi implan dibandingkan perempuan yang tidak memperoleh dukungan pasangan.Keterlibatan dan dukungan suami merupakan faktor penting dalam meningkatkan penggunaan kontrasepsi implan. Oleh karena itu, program keluarga berencana perlu mengembangkan pendekatan berbasis pasangan melalui konseling, edukasi, dan promosi kesehatan yang melibatkan suami secara aktif untuk meningkatkan cakupan penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang.