Abstrak Daya ingat jangka pendek merupakan kemampuan kognitif yang berperan penting dalam membantu anak menyimpan dan mengolah informasi selama proses pembelajaran. Gangguan pada daya ingat jangka pendek dapat menyebabkan kesulitan dalam memahami materi dan mengingat informasi yang baru dipelajari. Brain Gym merupakan salah satu metode stimulasi otak yang berpotensi meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak sekolah dasar. Tujuan: Menganalisis efektivitas Brain Gym terhadap peningkatan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi-experimental pretest-posttest with control group. Sampel penelitian berjumlah 58 responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan latihan Brain Gym selama 1 minggu dengan 4 kali pertemuan yang meliputi gerakan The Owl, The Grounder, dan The Active Arm. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank dan Mann-Whitney. Hasil: Terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok intervensi, dengan skor rata-rata meningkat dari 35,41 sebelum perlakuan menjadi 38,59 setelah perlakuan (p<0,001). Sementara itu, kelompok kontrol tidak menunjukkan perubahan yang bermakna secara statistik (p=0,273). Kesimpulan: Brain Gym efektif meningkatkan daya ingat jangka pendek pada anak kelas III MI KH. Hasyim Asy’ari Kota Malang dan dapat dijadikan salah satu intervensi sederhana untuk mendukung fungsi kognitif anak selama proses pembelajaran. Kata Kunci: Daya ingat jangka pendek, fungsi kognitif, anak sekolah dasar, brain gym. Abstract Background: Short-term memory is a cognitive ability that plays an important role in helping children store and process information during the learning process. Impairment of short-term memory may lead to the loss of acquired information. Brain Gym is a brain stimulation method that has the potential to improve short-term memory in elementary school children. Objective: To analyze the effectiveness of Brain Gym in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City. Methods: This study employed a quasi-experimental pretest-posttest with a control group design. The study included 58 respondents who were divided into an intervention group and a control group. The intervention group participated in Brain Gym exercises for one week, consisting of four sessions that included The Owl, The Grounder, and The Active Arm movements. Data were collected using a questionnaire. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed-Rank Test and the Mann-Whitney U Test. Results: A significant improvement was observed in the intervention group, with the mean short-term memory score increasing from 35.41 before the intervention to 38.59 after the intervention (p<0.0001). In contrast, the control group did not show a statistically significant change (p=0.273). Conclusion: Brain Gym is effective in improving short-term memory among third-grade students at MI KH. Hasyim Asy’ari, Malang City, and can be considered a simple intervention to support children’s cognitive function during the learning process.