Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MEMPERTAHANKAN “SOCIAL WISDOM” DI LINGKUNGAN RAUDHATUL ATHFAL TAUFIQURRAHMAN, DEPOK Kartika Nuringsih; Harry Kristanto
Jurnal Serina Abdimas Vol 3 No 4 (2025): Jurnal Serina Abdimas
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jsa.v3i4.37159

Abstract

Pro-social behavior is a person's intention to provide benefits to others. This intention is considered important for the well-being of social groups at various scales, including school communities. Indonesia has been ranked in the top 10 of the highest achievement index for 6 years, and for the last 3 years has even been named the country with the highest generosity in the world. The growth of sharing intentions can provide benefits to others such as helping, sharing, donating, cooperating, and volunteering. Pro-social behavior helps motivate students to learn and contribute broadly to the classroom and school community. Generosity is a good character trait, so in order to support maintaining social wisdom in the school environment, the activity was conducted again by emphasizing the importance of sharing with friends who are in need of social support. The activity was carried out at Raudhatul Athfal Taufiqurrahman at Beji Timur, Depok, attended by 25 students and accompanying teachers. At the event, students were reminded of the benefits of sharing and giving gifts to friends around the school. In this practice, the children willingly and happily gave the gifts. Support from various parties as a representation of subjective norms so that they become interested in similar activities. The continuity of support from internal and external environments will form intentions and eventually become social care behavior in children. ABSTRAK Perilaku pro-sosial merupakan niat seseorang untuk memberikan manfaat kepada orang lain. Niat ini dinilai penting untuk kesejahteraan kelompok sosial dalam berbagai skala, termasuk komunitas sekolah. Indonesia menduduki peringkat 10 besar indeks pencapaian tertinggi selama 6 tahun, bahkan selama 3 tahun terakhir mendapatkan predikat sebagai negara dengan kedermawanan tertinggi di dunia. Tumbuhnya niat berbagi dapat memberikan manfaat kepada orang lain seperti menolong, berbagi, menyumbang, bekerja sama, dan menjadi sukarelawan. Perilaku pro-sosial membantu memotivasi siswa untuk belajar dan berkontribusi secara luas terhadap kelas dan komunitas sekolah. Kedermawanan merupakan karakter baik sehingga dalam rangka mendukung mempertahankan kearifan sosial di lingkungan sekolah dilakukan kembali dengan menekankan pada pentingnya berbagi kepada teman-teman yang sedang memerlukan dukungan sosial. Kegiatan dilakukan di Raudhatul Athfal Taufiqurrahman di Beji Timur, Depok diikuti 25 siswa bersama guru pendamping. Pada event tersebut siswa diingatkan manfaat berbagi serta memberikan bingkisan kepada teman-teman sekitar sekolah. Dalam praktik ini, anak-anak dengan ikhlas dan suasana gembira memberikan bingkisan tersebut. Dukungan berbagai pihak sebagai representasi norma subjektif sehingga menjadi tertarik dengan kegiatan sejenis. Kontinuitas dukungan dari lingkungan internal maupun eksternal akan membentuk intensi dan akhirnya menjadi perilaku peduli sosial pada anak-anak
PENGARUH FAKTOR EKSTERNAL TERHADAP INTENSI BERWIRAUSAHA GENERASI Z Debora Christina Aryon; Kartika Nuringsih; Khairina Natsir
Jurnal Serina Ekonomi dan Bisnis Vol 3 No 2 (2025): September 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tarumanagara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/jseb.v3i2.38612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana perilaku kewirausahaan orang tua, pembelajaran kewirausahaan, dan dukungan lingkungan pergaulan memengaruhi intensi berwirausaha pada mahasiswa Generasi Z di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Tarumanagara. Penelitian ini melibatkan 180 responden yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria tertentu, seperti siswa dengan orang tua yang berwirausaha dan kelompok teman yang aktif dalam kewirausahaan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif, dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Analisis data dilakukan dengan Structural Equation Modeling—Partial Least Square (SEM-PLS). Hasilnya menunjukkan bahwa ketiga variabel independen berpengaruh positif dan signifikan terhadap keinginan untuk berwirausaha mahasiswa Generasi Z. This study aims to analyze how parental entrepreneurial behavior, entrepreneurial learning, and peer environment support influence entrepreneurial intention among Generation Z students at the Faculty of Economics and Business, Tarumanagara University. The research involved 180 respondents selected purposively based on specific criteria, such as students with entrepreneurial parents and peers active in entrepreneurship. A quantitative method was employed, using a questionnaire as the data collection tool. Data were analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS). The results indicate that all three independent variables positively and significantly influence entrepreneurial intention among Generation Z students.