p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Permukiman
Purwanita Setijanti
Sepuluh Nopember Institute of Technology

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Identifikasi Elemen Sense of Place untuk Mendukung Eksistensi Kampung Wisata Studi Kasus: Kampung Ketandan Surabaya Sara Amalia Sadendra; Purwanita Setijanti; Murni Rachmawati
Jurnal Permukiman Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2025.20.96-107

Abstract

Saat ini di Indonesia banyak terdapat pengembangan permukiman kampung kota menjadi kampung wisata. Pengembangan tersebut menjadikan adanya identitas baru bagi suatu kampung. Hal ini menjadi menarik jika dilihat dari kacamata rasa tempat melalui elemen form, activity, dan meaning terhadap kampung. Rasa tempat merupakan suatu fenomena yang dirasakan langsung oleh manusia terhadap tempat dan juga memiliki peranan dalam mendukung eksistensi dan keberlanjutan suatu tempat wisata. Sejalan dengan Sustainable Development Goals Nomor 11, yaitu kota dan permukiman yang inklusif berkelanjutan, maka eksistensi kampung wisata sebagai ruang bermukim yang berbudaya perlu diperhatikan. Penelitian ini berlokasi di Kampung Ketandan yang merupakan kampung asli di tengah perkotaan Surabaya dan menjadi destinasi wisata.  Metode penelitian yang digunakan merupakan kombinasi kualitatif kuantitatif melalui observasi, dokumentasi, pemetaan, wawancara, dan kuesioner kepada masyarakat Kampung Ketandan sebagai responden representatif. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa elemen rasa tempat dapat mendukung eksistensi kampung wisata melalui adanya keterikatan masyarakat dengan kampungnya. Hal ini ditunjukkan oleh masyarakat yang melakukan kegiatan secara komunal yang kekeluargaan dan melangsungkan kegiatan ritual budaya. Kegiatan wisata tidak mengganggu masyarakat, bahkan menjadi peluang bisnis untuk membuat kampungnya menjadi lebih hidup. Oleh sebab itu, Kampung Ketandan dapat menjadi pusat edukasi budaya kampung kota bagi bagi masyarakat luas.
Kajian Hunian Abdi Dalem Terhadap Kedudukannya dalam Memenuhi Kebutuhan Self Respect dan Self Esteem Tsabita Karlina Hidayati; Dewi Septanti; Purwanita Setijanti
Jurnal Permukiman Vol 20 No 2 (2025)
Publisher : Direktorat Bina Teknik Bangunan Gedung dan Penyehatan Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31815/jp.2025.20.86-95

Abstract

Hunian ideal merupakan hunian yang mampu memenuhi kebutuhan fisik maupun psikologis penghuninya. Kebutuhan akan penghargaan diri (self-respect) dan harga diri (self-esteem) penghuni dapat diwujudkan melalui representasi arsitektur yang mencerminkan status sosial individu. Status seseorang bukan dilihat dari jumlahnya tetapi dari jenis dan bagaimana cara ditampilkannya. Namun, nilai-nilai budaya lokal tetap menjadi prinsip utama dalam pembentukan identitas hunian.  Bangunan sebagai penanda dan simbol status memiliki empat kerangka hunian yang perlu diperhatikan yaitu culture, stage in life cycle, personality, dan needs. Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya memahami self-respect dan self-esteem pada hunian khusus, yaitu hunian abdi dalem di kawasan Keraton Surakarta. Dalam konteks permukiman, dapat dilihat bahwa budaya menjadi hal utama dalam pembentukan hunian abdi dalem. Penelitian ini memahami keterkaitan antara budaya dan pemenuhan kebutuhan psikologis penghuni pada konteks hunian tradisional. Penelitian ini merupakan penelitian arsitektur dan psikologi lingkungan yang di mana self-respect (harga diri) dan self-esteem (penghargaan diri) merupakan faktor psikologis. Metode yang digunakan adalah analisis deskriptif dengan mengkaji karakteristik hunian ke dalam konteks hunian abdi dalem. Pengumpulan data mengenai regulasi Keraton, tata letak hunian, dan tampilan hunian didapatkan melalui observasi dan studi terdahulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-respect dan self-esteem dari hunian abdi dalem lebih mendahulukan kepentingan budaya dan keraton dibandingkan kepentingannya sendiri demi menunjukkan pengabdian yang sempurna, sehingga fasad hunian tidak mencerminkan faktor psikologis melainkan dapat dilihat pada penataan dalam huniannya.