Distribusi fasilitas layanan kesehatan yang belum merata di Kabupaten Bandung menyebabkan keterbatasan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Meskipun sejumlah penelitian telah memetakan sebaran fasilitas kesehatan, belum tersedia sistem WebGIS terintegrasi yang mendukung monitoring dinamis serta pengambilan keputusan berbasis data spasial secara berkelanjutan di tingkat kabupaten. Kesenjangan tersebut menjadi dasar pengembangan sistem dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Sistem Informasi Geografis (GIS) berbasis web untuk memonitor sebaran rumah sakit, klinik, dan puskesmas di Kabupaten Bandung. Metode yang digunakan adalah rekayasa perangkat lunak dengan pendekatan prototyping yang meliputi identifikasi kebutuhan, perancangan prototipe, evaluasi pengguna, implementasi, dan penyempurnaan sistem secara iteratif. Data spasial dan non-spasial dikumpulkan melalui observasi dan studi dokumentasi, kemudian diintegrasikan dalam platform WebGIS yang menyediakan peta interaktif, fitur penyaringan, informasi detail fasilitas, serta dashboard statistik. Pengujian fungsional menggunakan metode black box menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai kebutuhan, dengan tingkat penerimaan sistem sebesar 84% berdasarkan User Acceptance Test (UAT). Sistem ini mampu secara efektif mengidentifikasi pola distribusi fasilitas yang cenderung terkonsentrasi pada wilayah berpenduduk padat serta mengindikasikan adanya ketimpangan akses pada beberapa kecamatan dengan jumlah fasilitas terbatas. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pengembangan model sistem monitoring spasial berbasis WebGIS yang terintegrasi serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data pada sektor layanan kesehatan di tingkat kabupaten