Keselamatan dan kesehatan kerja adalah suatu keadaan dalam pekerjaan yang sehat dan aman, baik itu bagi pekerjanya, maupun bagi pasien/masyarakat dan lingkungan sekitar. Berdasarkan data WHO, dari 11 negara anggota kawasan Asia Selatan dan Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 1,5 miliar jiwa, tercatat angka kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja mencapai 22,5 juta dan 699.000 kematian. Penelitian ini merupakan penelitian survei analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan di Klinik Buin Batu PT. Amman Mineral RS. Siloam Nusa Tenggara pada tahun 2025 pada populasi sejumlah 62 orang. Berdasarkan hasil penelitian didapati bahwa terdapat pengaruh sikap, keyakinan, persepsi, tindakan, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan dengan penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (P value 0,000), serta hasil yang menyatakan bahwa tidak ada pengaruh variabel pengetahuan dengan penerapan keselamatan kerja perawat (P value 0,078). Dari semua variabel dependen yang berpengaruh, variabel yang paling dominan mempengaruhi penerapan keselamatan dan kesehatan kerja adalah tindakan dengan nilai Exp(B) atau Odd Ratio tertinggi yaitu 9.023. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah sikap, keyakinan, persepsi, tindakan, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan berpengaruh signifikan terhadap penerapan SMK3. Sikap positif dan keyakinan yang kuat membentuk motivasi, persepsi yang baik meningkatkan kesadaran risiko, tindakan mencerminkan kepatuhan langsung terhadap prosedur, kebijakan, SPO, dan kepemimpinan menciptakan lingkungan kerja yang kondusif untuk penerapan SMK3 secara optimal. Saran bagi Klinik Buin Batu PT. Amman Mineral RS. Siloam Nusa Tenggara adalah dapat memberikan peningkatkan terhadap pelatihan, komunikasi yang lebih baik, atau perbaikan prosedur K3 yang lebih mudah diikuti, serta melakukan observasi dan evaluasi terstruktur terhadap penerapan keselamatan dan kesehatan kerja.