Ahmad Yufron
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik dan Informatika, Universitas Islam Balitar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI GEOMETRIK DAN PERENCANAAN PERKERASAN JALAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA PADA RUAS SIDOMULYO - BAKUNG Muhammad Safiqi; Hendrig Sudradjat; Ahmad Yufron
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.9615

Abstract

The designo f concrete road pavement is due to the predicition o fan increase in traffic volumen and geometric esign due to topografic conditions in hilly áreas. The purpose of this study is to find out the results of  the geogmetric evaluation of exiting roads, the selection of optimal trajectories and the designo f the rod pavement plan for the Sidomulyo – Bakung section using tthe designo f the road pavement plan for the Sidomulyo – Bakung section using the MDP 2024 method. Explanatory Reserach is an type of Reserach that is used and aims to understand thecause – and – effect relationship between variables (as in correlational research), but also tries to explain why and how  thw relationship occurs. Evaluation of the Sidomulyo – Bakung road section, village road, class II collector road classification, 2 lanes road 4m wide, planned speed 40 km/h, showing 9 bends ( 3SCS, 3 FC, and 3 SS) The length of the road studied is 1.5 km oad width 4 meters, Plan life 40 years. Concrete thickness 30 cm, concete quality K300, Dowel ∅24 mm, 45 cm long, 30 cm spcing. Tie bar ∅24, length 100 cm tie bar distance 60 cm. Preision is needed, escpecially in the calculation results. There needs to bea more detailed calculation for the excavation and stockpile parts to get optimal results. ABSTRAK Perancangan perkerasan jalan beton dikarenakan prediksi adanya peningkatan volume lalu lintas dan desain geometrik dikarenakan kondisi topografi di wilayah perbukitan. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil evaluasi geometrik jalan eksisting, pemilihan trase optimal dan desain rencana perkerasaan jalan ruas Sidomulyo – Bakung dengan método MDP 2024. Penelitian Explanatory Research atau penelitian pejelasn adalah jenis penelitian yang dipakai dn bertujuan untuk memahami hubungan sebab – akibat antara variabel – variabel yang diteliti. Dalam penelitian ini peneliti tidak hanya menggambarkan fenomena (seperti dalam penelitian deskriptif) atau menjelaskan hubungan antar variabel (seperti dlam penelitain korelasional), tetapi juga berusaha menjelaskan mengapa dn bagaimana hubungan tersebut terjadi. Evaluasi ruas jalan Sidomulyo – Bakung jaan dea, klasifikasi jalan kolektor kelas II, jalan 2 lajur lebar 4M, kecepatan rencana 40 km/jam menunjukkan 9 tikungan (3 SCS, 3 FC, dan 3 SS) Panjang jalan yang diteliti 1,5 km lebar jalan 4 meter, Umur rencana 40 tahun, Tebal beton 30 cm, mutu beton K300, Dowel ∅24 mm, panjang 45 cm jarak dowel 30cm. Tie bar ∅24, panjang 100cm jarak tie bar 60cm. Diperlukan ketelitian terutama pada perhitungan evaluasi geometrik, karena jika ada kekeliruan pada salah satu perhitungan maka perlu diadakan pengecekan ulang terhadap semua hasil perhitungan. Perlu adanya prhitungan yang lebih mendetail lagi untuk bagian galian dan timbunan agar mendapatkan hasil yang optimal.
EVALUASI KETERLAMBATAN PEKERJAAN DAN EFEKTIFITAS METODE CRASHING DALAM PENYELESAIAN PEKERJAAN ADDITIONAL BUILDING ONDULINE MANUFAKTUR INDONESIA Ardhana Wahyu Aktafarid; Hangga Prima Setiawan; Ahmad Yufron
VOCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan Kejuruan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/vocational.v6i2.9619

Abstract

Delays in construction work are a problem that often occurs and can have an impact on increasing costs and disruption of work completion schedules. This study aims to analyze the factors that affect work delays and evaluate the effectiveness of the Crashing method as an alternative to accelerating the completion time of Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia's work. The study used a quantitative approach with data processing using partial tests (T-test), simultaneous tests (F-test), and determination coefficient analysis to determine the influence of project delay factors. In addition, an analysis of time acceleration was carried out using the Crashing method with the help of Microsoft Project through an increase in overtime working time for four hours. The results of the study show that there are six factors that affect project delays, namely labor, tools, methods, materials, finances, and unexpected events. Based on the partial test, four factors that have a significant influence on project delays are labor, materials, methods, and unforeseen events. Simultaneous tests showed that all variables had a positive influence on delay with a significance value of 0.000 and a determination coefficient value of 0.745. The results of the Crashing analysis show that the duration of the project can be accelerated from 180 days to 144 days with an additional cost of IDR 229,017,286.40 or 4.56%. The Crashing method has proven to be effective in shortening the duration of a project despite the increase in costs. Keywords: Work Delay, Crashing, SPSS, Microsoft Project. ABSTRAK Keterlambatan pekerjaan konstruksi merupakan permasalahan yang sering terjadi dan dapat berdampak terhadap peningkatan biaya serta terganggunya jadwal penyelesaian pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keterlambatan pekerjaan dan mengevaluasi efektivitas metode Crashing sebagai alternatif percepatan waktu penyelesaian pekerjaan Additional Building Onduline Manufaktur Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengolahan data menggunakan uji parsial (uji T), uji simultan (uji F), dan analisis koefisien determinasi (R²) untuk mengetahui pengaruh faktor keterlambatan pekerjaan. Selain itu, dilakukan analisis percepatan waktu menggunakan metode Crashing dengan bantuan Microsoft Project melalui penambahan waktu kerja lembur selama empat jam. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam faktor yang mempengaruhi keterlambatan, yaitu tenaga kerja, alat, metode, material, keuangan, dan kejadian tak terduga. Berdasarkan uji parsial, empat faktor yang berpengaruh signifikan terhadap keterlambatan proyek yaitu tenaga kerja, material, metode, dan kejadian tak terduga. Uji simultan menunjukkan seluruh variabel memiliki pengaruh positif terhadap keterlambatan dengan nilai signifikansi 0,000 dan nilai koefisien determinasi sebesar 0,745. Hasil analisis Crashing menunjukkan durasi proyek dapat dipercepat dari 180 hari menjadi 144 hari dengan penambahan biaya sebesar Rp 229.017.286,40 atau 4,56%. Metode Crashing terbukti efektif dalam mempersingkat durasi proyek meski terjadi peningkatan biaya.