Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH BANGSA SAPI LOKAL PADA PEMBERIAN PAKAN YANG SAMA TERHADAP KECERNAAN PROTEIN DAN SERAT KASAR Raditya Ziqri Kasnaya Sakti; Efka Aris Rimbawanto; Bambang Hartoyo
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian berjudul “Pengaruh Bangsa Sapi Lokal pada Pemberian Pakan yang Sama Terhadap Kecernaan Protein dan Serat Kasar” dilakukan dengan bertujuan mengkaji pengaruh bangsa sapi lokal terhadap kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar pada kondisi pakan dan lingkungan yang sama. Penelitian secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 16 ekor sapi lokal jantan yang terdiri dari sapi Bali Flores (R1), Madura Flores (R2), Peranakan Ongol (R3), dan sapi Madura (R4) masing-masing 4 ekor dan keempat jenis bangsa sapi tersebut sebagai perlakuan. Jerami padi diberikan secara adlibitum dan konsentrat diberikan sebanyak 2 kali sehari dengan imbangan 70:30. Peubah yang diukur yaitu kecernaan protein kasar dan kecernaan serat kasar. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa bangsa sapi berpengaruh sangat nyata terhadap kecernaan serat kasar (P<0,01), namun tidak berpengaruh pada kecernaan protein kasar (P>0,05). Rataan kecernaan serat kasar bangsa sapi lokal R1: 73.18 ± 5.5%, R2: 51.64 ± 11.09%, R3 : 40.68 ± 14.78%, dan R4 : 56.46 ± 6.2% (P<0,01), sedangkan rataan kecernaan protein kasar bangsa sapi lokal R1 : 67.38 ± 10.7%, R2 : 80.39 ± 3,01%, R3 : 75.33 ± 6.2%, R4 : 70.37 ± 1.4% (P>0,05). Uji lanjut menggunakan uji DMRT menunjukkan bangsa sapi bali flores memiliki presentase nilai kecernaan serat kasar tertinggi diantara bangsa sapi lokal lainya yaitu sebesar (73.18%) yang berbeda sangat nyata (P<0,01) dibandingkan sapi Madura Flores (51,64%), sapi Peranakan Onggole (40,68%) dan sapi Madura (56,46%).
PENGARUH PENAMBAHAN CAIRAN FERMENTATION BROTH DALAM PAKAN DOMBA TERHADAP KECERNAAN BAHAN KERING (KBK) DAN KECERNAAN BAHAN ORGANIK (KBO) SECARA IN VITRO Dwi Rahayu Mukholifah; Efka Aris Rimbawanto; Muhamad Bata
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 3 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dengan judul “Pengaruh Penambahan Cairan Fermentation Broth dalam Pakan Domba terhadap Kecernaan Bahan Kering (KBK) dan Kecernaan Bahan Organik (KBO) secara In Vitro” dilakukan dengan tujuan mengetahui interaksi antara jerami padi dan cairan fermentation broth, mengetahui pengaruh penggunaan jerami padi dan jerami padi amoniasi dan mengetahui pengaruh penggunaan cairan fermentation broth dalam meningkatkan KBK dan KBO secara in vitro. Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan pola faktorial 2x3 dengan rancangan acak kelompok (RAK). Perlakuan yang diuji adalah ransum JP (jerami padi 30% + konsentrat 70%) dan JPA (jerami padi amoniasi 30% + konsentrat 70%) sebagai faktor utama dan faktor kedua dosis fermentation broth 0, 150, dan 300 µL dan sebagai kelompok adalah sumber inokulum (cairan rumen). Materi yang digunakan yaitu jerami padi, jerami padi amoniasi, konsentrat, cairan fermentation broth, dan bahan kimia untuk percobaan in vitro. Percobaan in vitro berdasarkan metode dua tahap (Tilley and Terry, 1963). Peubah respon yang diamati meliputi kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan uji lanjut BNJ (Tukey HSD). Hasil menunjukkan bahwa interaksi penambahan cairan fermentation broth dan jenis jerami padi tidak berpengaruh nyata (P>0,05). Penggunaan jerami padi amoniasi mampu meningkatkan KBK dan KBO secara signifikan (P<0,01) dibanding jerami padi dan penggunaan cairan fermentation broth pada dosis (0, 150, 300 µL) tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Rata-rata KBK dan KBO untuk perlakuan jerami padi dengan dosis fermentation broth yang berbeda adalah berkisar 38,91 - 39,20% dan 48,46-48,72% sedangkan untuk perlakuan jerami padi amoniasi adalah berkisar 39,69-39,90% dan 49,97-50,43%.