Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS KEBUTUHAN MODAL USAHA TERNAK SAPI POTONG PERANAKAN ONGOLE (PO) KEBUMEN Fakhri Akmal Rasyad; Nunung Noor Hidayat; Yusmi Nur Wakhidati
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha peternakan sapi potong di pedesaan Indonesia sering menghadapi kendala pada modalnya terutama karena sifatnya masih tradisional dan turun temurun. Peternak belum memiliki informasi yang jelas tentang kebutuhan modal yang pasti. Tujuan penelitian ini adalah: (1). Mengetahui besarnya kebutuhan modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (2). Mengetahui modal yang paling dibutuhkan dalam usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen.; (3). Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya modal investasi dan modal kerja pada usaha ternak sapi potong di Kabupaten Kebumen. Penelitian dilaksanakan dengan metode survei terhadap peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen. Sampel wilayah diambil dengan metode purposive sampling yaitu memilih enam kecamatan dengan populasi sapi PO terbanyak, yaitu Kecamatan Buluspesantren, Puring, Ambal, Klirong, Mirit, dan Petanahan. Jumlah responden dipilih menggunakan kuota sampling, diperoleh 90 peternak. Variabel yang diteliti yaitu penerimaan dari usaha ternak, umur peternak, pendidikan peternak, jumlah ternak, dan pekerjaan utama peternak. Analisis data meliputi analisis deksriptif untuk mendeskripsikan modal dan analasis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh dari faktor-faktor yang diteliti. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1). Nilai rata-rata kebutuhan modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen yaitu sebesar Rp. 49.667.748 dan kebutuhan modal kerja yaitu sebesar Rp. 10.722.198.; 2). Modal yang paling dibutuhkan oleh peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen adalah modal investasi untuk pembelian ternak indukan; 3). Modal investasi peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), umur peternak (P<0,05), pendidikan peternak (P<0,05), dan jumlah ternak (P<0,01) sedangkan modal kerja peternak sapi potong PO di Kabupaten Kebumen dipengaruhi signifikan oleh penerimaan (P<0,01), dan jumlah ternak (P<0,01).
PERBANDINGAN ANGKA MORTALITAS PADA AYAM NIAGA PEDAGING YANG DI PELIHARA PADA LANTAI SATU DAN LANTAI DUA DI KHAERUN FARM Aridha Nur ‘Aini; Rosidi Rosidi; Yusmi Nur Wakhidati
ANGON: Journal of Animal Science and Technology Vol 7 No 2 (2025): ANGON: Journal of Animal Science and Technology
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatnya permintaan daging ayam, para peternak dituntut untuk mengoptimalkan produksi sambil meminimalkan kerugian yang disebabkan oleh angka mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan angka mortalitas pada ayam niaga pedaging yang dipelihara di lantai satu dan lantai dua di Khaerun Farm. Metode yang digunakan adalah observasi langsung selama periode pemeliharaan, dengan pengumpulan data mengenai jumlah ayam, tingkat kematian, serta faktor lingkungan seperti suhu dan kelembapan di masing-masing lantai. Hasil penelitian angka mortalitas ayam yang dipelihara pada lantai atas sebesar 10,41 ± 5,30 ekor dan pada lantai bawah sebesar 20,11 ± 20,55 ekor. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat perbedaan signifikan dalam angka mortalitas antara kedua lantai. Ayam yang dipelihara di lantai satu menunjukkan angka mortalitas yang lebih rendah dibandingkan dengan ayam di lantai dua. Temuan ini dihubungkan dengan faktor-faktor seperti ventilasi, akumulasi amonia, dan stres lingkungan yang lebih tinggi pada lantai dua. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi peternak dalam memilih metode pemeliharaan yang optimal untuk meningkatkan kesehatan dan produktivitas ayam niaga pedaging.