Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Efektivitas Program Pelatihan Maritim terhadap Kinerja Awak Kapal di MT Pearl Kaja Rudi Iswanto; Kuncowati; Supangat
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 2 (2025): (Desember) Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v4i2.776

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya pelatihan dan sertifikasi maritim sebagai bagian integral dari pengelolaan sumber daya manusia di sektor pelayaran, khususnya dalam menjamin kinerja dan keselamatan operasional awak kapal tanker. Pelatihan dan sertifikasi maritim merupakan instrumen utama dalam memastikan bahwa awak kapal memiliki kompetensi teknis, pengetahuan keselamatan, serta sikap profesional yang sesuai dengan standar nasional maupun internasional, seperti STCW. Dalam konteks operasional kapal tanker, risiko kecelakaan kerja dan pencemaran lingkungan sangat tinggi sehingga kesiapan awak kapal menjadi faktor krusial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan sertifikasi maritim terhadap kinerja serta keselamatan operasional awak kapal di MT Pearl Kaja. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah sejauh mana pelatihan maritim berkontribusi terhadap peningkatan kinerja awak kapal, bagaimana dampak sertifikasi maritim terhadap kesadaran keselamatan kerja, serta faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas pelaksanaan kedua program tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui survei dan wawancara kepada awak kapal yang telah mengikuti pelatihan dan sertifikasi tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelatihan yang komprehensif berdampak signifikan terhadap peningkatan keterampilan teknis, disiplin kerja, dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi situasi darurat. Sertifikasi maritim yang diakui secara internasional juga terbukti meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan, sehingga mampu menurunkan potensi risiko kecelakaan di laut. Oleh karena itu, perusahaan pelayaran disarankan untuk meningkatkan frekuensi pelatihan, menerapkan metode simulasi praktik nyata, serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan guna memastikan efektivitas program pelatihan dan sertifikasi. .
Upaya Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Terhadap Keselamatan Pelayaran di Zona Pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri Faisal Adyka; Supangat; Kuncowati
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora (September)
Publisher : CV Insan Kreasi Media

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57248/jishum.v5i1.915

Abstract

Aktivitas pelayaran di Sungai Barito berlangsung pada alur sempit yang berinteraksi langsung dengan aktivitas masyarakat lokal, sehingga pemahaman keselamatan pelayaran menjadi isu penting di zona pemanduan PT Pelabuhan Barito Kuala Mandiri. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kendala operasional pemanduan serta menganalisis hubungan antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan desain convergent, yang menggabungkan data kuantitatif dan kualitatif melalui kuesioner, observasi lapangan, dan wawancara terstruktur. Sebanyak 40 responden dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Data kuantitatif dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, korelasi Pearson, regresi linear sederhana, uji F, dan koefisien determinasi dengan bantuan SPSS 20.0. Sementara itu, data kualitatif dianalisis melalui reduksi data, kategorisasi temuan, dan interpretasi kendala operasional. Integrasi kedua jenis data dilakukan pada tahap interpretasi untuk menghubungkan hasil statistik dengan kondisi operasional pemanduan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa data memenuhi asumsi normalitas (Sig. = 0,958) dan linearitas. Korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif berkategori sedang antara pemahaman keselamatan pelayaran dan kesadaran masyarakat (r = 0,465; Sig. = 0,003). Analisis regresi menghasilkan persamaan Y = 27,299 + 0,305X, dengan F = 10,456 dan koefisien determinasi (R²) sebesar 0,216. Temuan kualitatif mengidentifikasi keterbatasan petugas pandu, kepadatan alur pelayaran, manuver tongkang yang dipengaruhi arus dan angin, serta belum adanya petugas keselamatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat sebagai kendala utama. Secara terpadu, temuan menunjukkan bahwa pemahaman keselamatan berkaitan positif dengan kesadaran masyarakat, sedangkan kendala operasional dan keterbatasan komunikasi keselamatan menjadi tantangan dalam membangun perilaku pelayaran yang aman. Oleh karena itu, sosialisasi keselamatan pelayaran perlu diperkuat secara rutin, kontekstual, dan terkoordinasi.