Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Mitos Sekolah Favorit: Dekonstruksi Sejarah Ketimpangan Pendidikan Dari Hindia Belanda Hingga Era Zonasi Tridani, Annisa Fathin; Siti Fatimah
Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya Vol. 32 No. 1 (2026): Paradigma: Jurnal Filsafat, Sains, Teknologi, dan Sosial Budaya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/paradigma.v32i1.3513

Abstract

Fenomena sekolah favorit merupakan persoalan yang terus berulang setiap tahun dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Indonesia, meskipun istilah tersebut tidak pernah diberi label resmi oleh pemerintah. Artikel ini bertujuan menelusuri akar historis ketimpangan pendidikan yang melatarbelakangi fenomena sekolah favorit serta mengevaluasi efektivitas kebijakan zonasi dalam mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode historis dan studi kepustakaan (library research), melalui penelusuran sumber primer dan sekunder berupa regulasi, data statistik, dan literatur sejarah pendidikan. Hasil kajian menunjukkan bahwa sekolah favorit dalam pendidikan kontemporer merupakan manifestasi modern dari struktur pendidikan hierarkis yang dibangun sejak era kolonial Belanda, yang saat itu menerapkan dualisme dan diskriminasi struktural berdasarkan ras dan status sosial. Parameter diskriminasi telah berubah dari ras dan status kelahiran menjadi kemampuan finansial dan prestasi akademik, namun efek segregasinya tetap serupa. Kebijakan sistem zonasi yang diterapkan sejak 2017 merupakan upaya paling serius untuk membongkar warisan struktural tersebut, tetapi implementasinya masih menghadapi tantangan berupa ketidaksiapan infrastruktur, resistensi masyarakat kelas menengah atas, dan mentalitas kolektif yang telah mengakar selama puluhan tahun. Kajian ini merekomendasikan kebijakan afirmatif berbasis peningkatan kualitas, penguatan peran sekolah swasta, dan kampanye perubahan persepsi publik secara berkelanjutan.