Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Representasi Distribusi Energi EEG Multi-Channel untuk Deteksi Aktivitas Epilepsi Menggunakan SVM Siswandari Noertjahjani; Ratih Sari Wardani; Aris Kiswanto
JET (Journal of Electrical Technology) Vol 11, No 2 (2026): : Edisi June
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jet.v11i2.13713

Abstract

Deteksi epilepsi berbasis electroencephalogram (EEG) menghadapi tantangan berupa ketidakseimbangan kelas, data leakage, dan variasi sinyal antarpasien. Penelitian ini mengusulkan representasi distribusi energi EEG multikanal menggunakan Support Vector Machine (SVM) dengan kernel Radial Basis Function (RBF). Dataset CHB-MIT dipreproses dan disegmentasi menjadi window berdurasi 2 detik dengan overlap 25%. Setiap window direpresentasikan oleh 23 fitur energi domain waktu dan 23 fitur Power Spectral Density (PSD) metode Welch, sedangkan energy map berukuran 23 × 16 digunakan sebagai visualisasi distribusi energi kanal–waktu dan bukan sebagai masukan model. Evaluasi dilakukan menggunakan independent file-wise testing, grouped file-wise 5-fold cross-validation, dan patient-wise Leave-One-Subject-Out (LOSO). Untuk mencegah data leakage, pembagian data dilakukan pada tingkat file atau pasien sebelum segmentasi, sedangkan undersampling dan standardisasi hanya diterapkan pada data pelatihan. Hasil file-wise testing menunjukkan akurasi 93,247%, sensitivitas 98,387%, F1-score 42,958%, dan ROC-AUC 0,9880. Pada evaluasi LOSO, akurasi, sensitivitas, dan F1-score menurun menjadi 78,071%, 51,909%, dan 20,550%, yang menunjukkan adanya inter-subject variability. Uji Mann–Whitney menunjukkan perbedaan distribusi energi yang signifikan antara kelas seizure dan non-seizure (p = 2,1804 × 10⁻¹⁴⁰). Metode ini efektif untuk deteksi antarfile pada pasien yang sama, namun masih memerlukan validasi lintas pasien dan dataset eksternal untuk meningkatkan kemampuan generalisasi. Kata kunci: CHB-MIT, deteksi epilepsi, distribusi energi EEG, patient-wise LOSO, SVM.
RANCANG BANGUN PROTOTYPE ISOLATOR POLIMER RESIN EPOKSI DENGAN PENGISI (FILLER) RICE HUSK ASK (RHA) DAN SILANE MENGGUNAKAN SISTEM PENGUJIAN KEKUATAN ELEKTRIK DAN MEKANIK Pramana Djaya Samudra; Moh Toni Prasetyo; Siswandari Noertjahjani
MEDIA ELEKTRIKA Vol 18, No 2 (2025): Vol 18, No 2 (2025)
Publisher : PSRE UNIMUS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26714/me.v18i2.19045

Abstract

Pemakaian  bahan  isolasi  pada  jaringan  transmisi  atau  distribusi  tenaga  listrik  menjadi sangat  penting  di  era  globalisasi  dan  kemajuan  saat  ini.  Karena  jenis  bahan  isolasi mempengaruhi  kekuatan  isolator,  maka pemilihan  bahan  isolasi  haruslah  tepat.  Penelitian  ini bertujuan  untuk  mengembangkan  isolator  polimer  yang  lebih  efektif.  Penelitian  ini menggunakan  bahan  dasar  DGEBA  (Diglycidyl  Eather  of  Bisphenol  A)  dan  MPDA (Metaphenylene Diamine)  dan pengisi (filler) silane  dan abu sekam padi atau RHA (Rice Husk Ash). Kandungan silika yang ada  pada  abu sekam padi  ini  yaitu  75,24%. Pada penelitian  ini menganalisis sudut kontak, arus bocor, dan kekuatan mekanik tarik isolator. Penelitian ini  menggunakan  IPT  (Inclined  Plane  Tracking)  yang  sesuai  dengan  standart  IEC 587:1984  dengan  menggunakan  kontaminan  NH4Cl.  Dari  penelitian  ini  semakin  besar pengisi (filler) pada  isolator  maka  hasil  sudut  kontak  isolator  akan  semakin  besar.  Pada  hasil arus  bocor  semakin  besar  pengisi  maka  waktu  penjejakan  akan  semakin  tinggi.  Pada hasil  uji  tarik  menggunakan RTV 20 karena dari hasil uji arus bocor terbaik dengan waktu penjajakan paling lama.  Hasil  dari  sudut  kontak  terbaik  didapat  pada  RTV  20  dengan rata-rata  94,385°.  Hasil  waktu  penjejakan  polimer  terbaik  diperoleh  RTV  20  dengan waktu  77.092 detik.  Hasil  tegangan  tarik  maksimal  diperoleh  RTV  20  sebesar  18.53 N/mm2 (MPa). Hasil dari penelitian ini menunjukkan nilai optimal pada seluruh pengujian didapat pada kode sampel RTV 20 dengan komposisi DGEBA dan MPDA 30 gram dan filler abu sekam padi dan silane 20 gram dikarenakan mempunyai arus penjejakan tertinggi.