Kristianus Rojeru
Universitas Persatuan Guru 1945 NTT

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Membangun Generasi Z Broken Home melalui Pendidikan Digital dan Karakter di Desa Taiftob Reky Lidiana Banu; Delorens D.N. Bessie; Kristianus Rojeru; Sanri Kake
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 5 Nomor 1 (Juli 2026 -
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v5i1.7453

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan digital, semangat belajar, dan penguatan karakter remaja Generasi Z yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui program “Inovasi Desa Cerdas” di Desa Taiftob, Kabupaten Timor Tengah Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan campuran dengan metode Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan pemerintah desa, Karang Taruna, pengajar, tokoh masyarakat, dan remaja dalam setiap langkah kegiatan. Subjek penelitian berjumlah 120 remaja usia 12–24 tahun yang dipilih menggunakan teknik sampling purposif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, Diskusi Kelompok Terfokus (FGD), dokumentasi, serta pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program memberikan dampak baik terhadap peningkatan keterampilan digital dan penguatan karakter remaja. Pemahaman tentang internet yang sehat meningkat dari 45% menjadi 82%, kemampuan desain grafis dasar dari 30% menjadi 76%, kemampuan membuat konten digital dari 25% menjadi 71%, dan penggunaan gawai untuk belajar dari 28% menjadi 67%. Selain itu, semangat belajar meningkat dari 48% menjadi 79%, rasa percaya diri dari 42% menjadi 75%, kerja sama kelompok dari 50% menjadi 84%, dan keaktifan dalam kegiatan desa dari 37% menjadi 73%. Program ini juga berhasil membentuk komunitas “Remaja Cerdas Taiftob” sebagai tempat pembinaan berkelanjutan bagi remaja desa. Dengan demikian, pendekatan PAR dinilai berhasil dalam mendukung pemberdayaan remaja melalui pendidikan digital dan penguatan karakter berbasis masyarakat desa.