Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBINAAN KEPRIBADIAN MELALUI KEGIATAN TERAPI MINDFULNESS ANAK BINAAN DI LPKA KELAS I MEDAN Edwin Afdhallah; Ade Cici Rohayati
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 1 (2025): Vol. 8 No. 1 Edisi 1 Oktober 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i1.3428

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of a personality development program through mindfulness therapy activities for juvenile inmates at the Special Development Institution for Children (LPKA) Class I Medan. The focus of the research includes how the program is implemented, as well as the supporting and inhibiting factors during its execution. This research employs a qualitative descriptive approach, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The implementation framework refers to David C. Korten’s theory. Additionally, the study utilizes the concept of mindfulness. The findings show that the mindfulness therapy program has been implemented in a structured manner and addresses the psychological needs of the juvenile inmates. The program materials are adapted to the participants’ conditions and delivered by facilitators who are capable of building meaningful emotional connections. The activities encourage participants to become more focused, calm, and aware of their emotions and life experiences. Juvenile inmates demonstrated active participation, openness, and gradual changes in behavior. Key supporting factors include institutional support, facilitator commitment, and a humane approach to activities. Meanwhile, the main challenges are limited facilities, a restricted number of participants per session, and uneven understanding of mindfulness among all participants. Nevertheless, the program has made a positive contribution to the character development of the juvenile inmates and presents a promising alternative approach to psychological rehabilitation within correctional settings.Keywords: mindfulness; personality development; juvenile inmates; LPKA; program implementation.
Optimalisasi Pembinaan Kemandirian Sablon Dalam Meningkatkan Pemasaran Melalui Pemanfaatan Media Sosial Di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung Raihan Nabil Purba; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12202

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pembinaan kemandirian sablon dalam meningkatkan pemasaran produk warga binaan melalui media sosial di Lapas Narkotika Kelas IIA Bandung. Pembinaan keterampilan sablon menjadi bekal penting bagi narapidana untuk proses rehabilitasi dan reintegrasi sosial setelah bebas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembinaan sablon telah berjalan baik dari segi teknis dan partisipasi warga binaan. Namun, pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran belum optimal. Kendala yang dihadapi antara lain keterbatasan sumber daya manusia yang memahami digital marketing, minimnya fasilitas teknologi, serta belum adanya strategi promosi yang terstruktur. Kesimpulannya, media sosial memiliki potensi besar dalam memperluas jangkauan pemasaran. Disarankan adanya peningkatan kompetensi digital, penyediaan sarana pendukung, dan penyusunan strategi pemasaran agar hasil pembinaan lebih optimal.
Analisis Komunikasi Interpersonal Petugas Pemasyarakatan dalam Pelaksanaan Pembinaan Narapidana Residivis di Lapas Kelas I Palembang Muhammad Dhea Setiawan; Ade Cici Rohayati
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.12446

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis komunikasi interpersonal petugas pemasyarakatan dalam pelaksanaan pembinaan kemandirian narapidana residivis di Lapas Kelas I Palembang serta mengidentifikasi faktor-faktor penghambatnya. Metode Penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi terhadap petugas serta narapidana residivis. Penelitian ini menggunakan teori komunikasi interpersonal DeVito yang mencakup lima dimensi keterbukaan, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan serta teori labeling dari Edwin Lemert dan Howard Becker untuk menjelaskan dampak sosial dan psikologis pelabelan terhadap residivis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi interpersonal sudah dilakukan, namun belum optimal karena berbagai kendala seperti keterbatasan jumlah petugas, kurangnya ruang komunikasi privat, dan masih adanya stigma negatif terhadap residivis. Pelabelan sosial berdampak pada rendahnya kepercayaan diri serta internalisasi identitas negatif narapidana. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kapasitas petugas dan penerapan strategi komunikasi yang lebih empatik, humanis, dan bebas stigma guna mendukung efektivitas pembinaan serta keberhasilan reintegrasi sosial narapidana residivis.