Wina Norjannah
Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan Keterampilan Berpikir Kritis, Komunikasi dan Kerjasama Siswa Muatan IPAS Kelas V Menggunakan Model Pembelajaran Bungas Berbasis Culturally Responsive Teaching di SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin Wina Norjannah; Fathul Jannah
Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI) Vol. 4 No. 2 (2026): Pengertian: Jurnal Pendidikan Indonesia (PJPI)
Publisher : Penerbit dan Percetakan CV. Picmotiv

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61930/pjpi.v4i2.1857

Abstract

Pembelajaran IPAS pada Kurikulum Merdeka diarahkan untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama sebagai kompetensi abad ke-21. Namun, hasil observasi di kelas V SDN Sungai Jingah 1 Banjarmasin menunjukkan bahwa aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, komunikasi, kerja sama, dan hasil belajar masih rendah. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peningkatan aktivitas guru, aktivitas siswa, keterampilan berpikir kritis, keterampilan komunikasi, keterampilan kerja sama, dan hasil belajar siswa melalui penerapan model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT). Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga pertemuan pada 16 siswa kelas V. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skor, persentase, dan ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas guru meningkat hingga mencapai kategori sangat baik, sedangkan aktivitas siswa meningkat menjadi 81% pada pertemuan ketiga. Penerapan model BUNGAS berbasis CRT juga meningkatkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kerja sama siswa yang ditunjukkan oleh meningkatnya kemampuan menganalisis masalah, mengemukakan pendapat, berdiskusi, bekerja sama, dan menyusun kesimpulan. Peningkatan kualitas proses pembelajaran berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada ranah afektif, psikomotorik, dan kognitif. Temuan ini menunjukkan bahwa model BUNGAS berbasis Culturally Responsive Teaching mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kontekstual, kolaboratif, dan bermakna sehingga efektif meningkatkan kualitas proses maupun hasil pembelajaran IPAS di sekolah dasar.