Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN MOTIVASI IBU TENTANG PEMBERIAN MP-ASIDENGAN STATUS GIZI BAYI UMUR 6-12 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS GUNUNG MEDAN DHARMASRAYA Rida Suriani; Yepni Nensi
Ensiklopedia of Journal Vol 8, No 2 (2026): Vol. 8 No. 2 Edisi 2 Januari 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v8i2.3699

Abstract

Nutritional status is one determinant of the quality of human resources, malnutrition will result in the failure of physical growth and intellectual development and the immune system is lowered resulting in increased morbidity and mortality. The aim of this study was to determine the relationship between mother's knowledge and motivation regarding the provision of complementary foods with nutritional status of infants 6-2 months in Publich Health Centre Gunung Medan , Dharmasraya regency in 2025. This research is an analytic survey with cross sectional study design, conducted on July 10 until July 16, 2015, population of all mothers with babies aged 6-12 months as many as 53 people, using a sample of the total sampling as many as 53 people. Collecting data by questionnaires, data processing techniques ranging from editing, coding, entry, and cleaning. By univariate and bivariate analyzes. Results of research for the poor nutritional status (17%), which has a low knowledge (47.2%), and who have low motivation (47.2%). There is a relationship between knowledge and motivation with the nutritional status of infants using-Square test with p value 0.009. There is a relationship between the level of knowledge of mothers about complementary feeding and nutritional status of infants. And there is a relationship between maternal motivation about the weaning food with nutritional status of infants at-Square test with p value 0.009. Based on the research results, it is expected to cooperate with the efforts of the health center health, that the importance of attention to the provision of breast milk and infant health so that they will not be malnourished. Increasing the level of knowledge and motivation so that mothers will not have a wrong view of the provision of complementary feeding.Keywords: Infant Nutritional Status, Knowledge Level, Motivation
Hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan Stabilitas Kadar Gula Darah pada Lansia Diabetes Mellitus Rida Suriani; Reli Permata Sari; Candra Syah Putra
Health Research Journal of Indonesia Vol 4 No 6 (2026): Health Research Journal of Indonesia
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/hrji.v4i6.1521

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular dengan prevalensi yang terus meningkat. Salah satu faktor yang berhubungan dengan kondisi ini adalah Night Eating Syndrome (NES), yaitu pola makan berlebihan pada malam hari yang dapat meningkatkan risiko gangguan metabolik. Lansia menjadi kelompok yang rentan mengalami diabetes mellitus akibat penurunan fungsi metabolisme tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Night Eating Syndrome (NES) dengan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Sitiung 1 tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan cross-sectional dengan populasi seluruh pasien lanjut usia Diabetes Mellitus yang berjumlah 71 orang, dengan sampel 60 responden yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden tidak mengalami Night Eating Syndrome (71,7%) dan kadar gula darah stabil (70%). Terdapat hubungan yang signifikan antara NES dan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes Mellitus dengan nilai p 0,000 (p<0,05). Diharapkan kepada pihak Puskesmas Sitiung I dapat lebih meningkatkan upaya pencegahan diabetes mellitus melalui identifikasi perilaku Night Eating Sindrom (NES) sebagai salah satu faktor yang menentukan stabilitas kadar gula darah pada lansia diabetes mellitus.