This Author published in this journals
All Journal Jurnal Moderasi
Dilla Azhara
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Dari Teks ke Layar: Pergeseran Media Penafsiran M. Quraish Shihab atas Makna Kafir dalam Tafsīr Al-Mishbāh dan Kajian Tafsir Digital di Youtube Dilla Azhara; Imas Lu'ul Jannah
Jurnal Moderasi Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/jm.%x

Abstract

This article aims to examine how the shift from text-based to digitally mediated oral exegesis shapes the construction and contextual emphasis of the term kafir in M. Quraish Shihab's interpretation. Employing a qualitative comparative method, the study analyzes Shihab's interpretation of kafir in Tafsīr Al-Mishbāh alongside his exegetical remarks delivered as a resource person in YouTube-based tafsir sessions, focusing on Q.S. Āli 'Imrān: 28, Al-Baqarah: 6–7, Al-Kahfi: 29, Ibrāhīm: 7, and Al-Kāfirūn: 1–6, read through Walter Ong's concept of secondary orality and Stig Hjarvard's theory of media mediatization. The findings reveal a clear contrast in interpretive style: Tafsīr Al-Mishbāh presents meaning systematically and argumentatively through dense scholarly apparatus, whereas the YouTube sessions favor repetition, localized illustrations, and a dialogical structure shaped by the presence of an interviewer and an anticipated audience, consistently stripped of the technical scholarly elaboration found in the text. By tracing a single mufassir's interpretation across textual and digital media, this study offers a closer view of how medium characteristics construct and emphasize religious meaning without altering its underlying theological substance.Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pergeseran dari penafsiran berbasis teks menuju penafsiran lisan yang termediasi digital membentuk konstruksi dan penekanan kontekstual atas istilah kafir dalam penafsiran M. Quraish Shihab. Dengan menggunakan metode kualitatif komparatif, penelitian ini menganalisis penafsiran Shihab atas kafirdalam Tafsīr Al-Mishbāh serta pernyataan-pernyataan penafsirannya sebagai narasumber dalam kajian tafsir berbasis YouTube, dengan fokus pada Q.S. Āli 'Imrān: 28, Al-Baqarah: 6–7, Al-Kahfi: 29, Ibrāhīm: 7, dan Al-Kāfirūn: 1–6, dibaca melalui konsep oralitas sekunder Walter Ong dan teori mediatisasi agama Stig Hjarvard. Temuan penelitian menunjukkan kontras yang jelas dalam gaya penafsiran: Tafsīr Al-Mishbāh menyajikan makna secara sistematis dan argumentatif melalui aparatus keilmuan yang padat, sementara kajian di YouTube lebih menonjolkan repetisi, ilustrasi yang dilokalkan, dan struktur dialogis yang dibentuk oleh kehadiran pewawancara serta antisipasi terhadap audiens, yang secara konsisten melepaskan elaborasi keilmuan teknis yang terdapat dalam teks. Dengan menelusuri penafsiran seorang mufasir tunggal melintasi media tekstual dan digital, penelitian ini menawarkan gambaran yang lebih dekat tentang bagaimana karakteristik medium mengonstruksi dan menekankan makna keagamaan tanpa mengubah substansi teologisnya.