Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat terutama di wilayah yang memiliki kondisi lingkungan sesuai dengan habitat nyamuk Anopheles. Anak merupakan kelompok yang rentan mengalami malaria sehingga diperlukan upaya pencegahan yang efektif dan dapat diterapkan secara berkelanjutan di tingkat keluarga. Salah satu metode pencegahan malaria adalah penggunaan kelambu berinsektisida saat tidur. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas penggunaan kelambu berinsektisida terhadap kejadian malaria pada anak. Penelitian menggunakan desain quasi-experimental dengan pendekatan pretest-posttest dengan kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Penelitian dilaksanakan pada salah satu wilayah pelayanan kesehatan di daerah endemis malaria selama MeiāJuli 2026. Sampel terdiri dari 88 anak yang dibagi menjadi kelompok intervensi sebanyak 44 anak dan kelompok kontrol sebanyak 44 anak. Kelompok intervensi memperoleh kelambu berinsektisida dan edukasi penggunaan yang benar, sedangkan kelompok kontrol memperoleh edukasi pencegahan malaria tanpa pemberian kelambu sebagai intervensi penelitian. Kejadian malaria dipantau berdasarkan gejala dan hasil pemeriksaan diagnostik sesuai prosedur pelayanan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama periode pemantauan, kejadian malaria pada kelompok intervensi sebanyak 6 anak (13,6%), sedangkan pada kelompok kontrol sebanyak 14 anak (31,8%). Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan kejadian malaria antara kedua kelompok (p=0,047). Penggunaan kelambu berinsektisida disertai edukasi penggunaan yang tepat dapat menjadi salah satu komponen strategi pencegahan malaria pada anak, terutama apabila digunakan secara konsisten dan dikombinasikan dengan upaya pengendalian vektor lainnya