Muh. Fajrinshadiq Rusli
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Universitas Halu Oleo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor Risiko Ergonomi Terhadap Keluhan Muskulokletal Disorder (MSDS) pada Pekerja Sektor Informal (Pekerja Binatu) di Kota Kendari Tahun 2025 yusuf sabilu; Muh. Fajrinshadiq Rusli; Mubarak
Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna Vol 5 No 2 (2026): Jurnal Penelitian Sains dan Kesehatan Avicenna
Publisher : Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM), Institut Teknologi Dan Kesehatan (ITK) Avicenna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69677/avicenna.v5i2.374

Abstract

Keluhan musculoskeletal disorders (MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang banyak dialami oleh pekerja sektor informal, termasuk pekerja binatu. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko ergonomi yang berhubungan dengan keluhan MSDs pada pekerja binatu di Kota Kendari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pekerja binatu pada 14 usaha binatu dengan jumlah sampel sebanyak 111 responden menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner Nordic Body Map (NBM), pengukuran indeks massa tubuh (IMT), serta observasi postur kerja menggunakan metode Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square/Fisher Exact, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden mengalami keluhan MSDs kategori tinggi (79,3%). Terdapat hubungan yang signifikan antara usia, indeks massa tubuh, masa kerja, postur kerja, durasi kerja, dan repetisi gerakan dengan keluhan MSDs (p < 0,05). Analisis multivariat menunjukkan bahwa masa kerja merupakan faktor yang paling dominan berpengaruh terhadap keluhan MSDs. Penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor ergonomi dan karakteristik individu berperan penting dalam terjadinya MSDs pada pekerja binatu. Oleh karena itu, diperlukan upaya perbaikan ergonomi kerja, pengaturan waktu kerja, serta peningkatan kesadaran pekerja terhadap kesehatan kerja untuk menurunkan risiko MSDs.