Risa Setia Ismandani
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Panti Kosala

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh persepsi remunerasi terhadap kinerja pegawai rumah sakit ortopedi Dea Perwitasari; Risa Setia Ismandani; Budi Kristanto; Yulia leemanza
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 2 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i2.3267

Abstract

Background: Remuneration is a crucial aspect of human resource management that significantly influences employee motivation, job satisfaction, and performance. It encompasses various components, including salaries, fixed allowances, performance incentives, and other forms of compensation. An appropriate remuneration system can enhance employee motivation and job satisfaction, which in turn contributes to improved employee performance. Conversely, an unfair or inadequate remuneration system may reduce employees' work motivation and productivity. Purpose: To determine the extent to which employees' perceptions of the remuneration system influence their performance. Methods: This study employed a quantitative approach using a correlational analysis design. The participants were employees of Prof. Dr. R. Soeharso Orthopedic Hospital, Surakarta, including both healthcare and non-healthcare personnel. Samples were selected using proportionate stratified random sampling, resulting in a total of 101 respondents, consisting of 72 healthcare personnel and 29 non-healthcare personnel. Data were collected through a structured questionnaire and analyzed using SPSS software with the Chi-square test. Results: The findings showed no significant association between employees' perceptions of remuneration and their performance (Pearson Chi-Square = 1.504; df = 1; p = 0.220), indicating that the significance value was greater than α = 0.05. Conclusion: The findings indicate that remuneration is not the sole factor influencing employee performance. Keywords: Employee performance; Hospital; Remuneration. Pendahuluan: Remunerasi merupakan salah satu aspek krusial dalam manajemen sumber daya manusia yang berpengaruh signifikan terhadap motivasi, kepuasan kerja, dan kinerja pegawai. Remunerasi mencakup berbagai komponen seperti gaji, tunjangan tetap, insentif kinerja, dan bentuk imbalan lainnya. Remunerasi yang tepat dapat meningkatkan motivasi dan kepuasan kerja, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan kinerja pegawai. Sebaliknya, sistem remunerasi yang tidak adil atau tidak memadai dapat menurunkan semangat kerja dan produktivitas pegawai. Tujuan: Mengetahui sejauh mana persepsi terhadap sistem remunerasi mempengaruhi kinerja pegawai. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode analisis korelasi. Subjek dalam penelitian ini adalah pegawai Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso Surakarta yang diambil dari nakes dan non nakes kemudian dilakukan pengambilan sampel dengan teknik proportionate stratified random sampling. Sehingga diperoleh jumlah sampel 101 dengan tenaga kesehatan 72 responden dan 29 non tenaga kesehatan. Data dikumpulkan dengan cara menyebarkan kuesioner yang akan diolah dengan SPSS kemudian dianalisa dengan uji chi square. Hasil: Tidak terdapat pengaruh antara remunerasi dengan kinerja pegawai dengan Pearson Chi-Square sebesar 1.504, derajat kebebasan (df) = 1 dan nilai signifikansi (Asymp.Sig) sebesar 0.220, nilai signifikansi tersebut lebih besar dari α= 0.05. Simpulan: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa remunerasi tidak menjadi satu-satunya faktor yang dapat mempengaruhi kinerja pegawai. Kata kunci: Kinerja Pegawai; Remunerasi; Rumah sakit.
Faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakpatuhan perawat terhadap standar mutu komite keperawatan di rumah sakit x Radha Ayuningtyas; Tri Yahya Christina; Budi Kristanto; Risa Setia Ismandani
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 2 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i2.3315

Abstract

  Background: The quality of nursing services in hospitals is influenced by nurses’ compliance in implementing nursing quality standards developed and evaluated by the Nursing Committee. However, non-compliance among nurses with the implementation of these standards is still found at Hospital X. Purpose: To identify factors associated with nurses’ non-compliance with the Nursing Committee’s quality standards. Methods: This qualitative descriptive study involved 24 staff nurses who had participated in nursing quality standard audits and met the inclusion criteria. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews that were recorded, transcribed verbatim, and analyzed using Elo and Kyngäs’ inductive content analysis method. Data credibility was maintained through participant validation and in-depth data presentation. Results: One main problem topic was identified, namely nurses’ limited understanding of the Nursing Committee’s quality standards. Seven themes related to the implementation of nursing care were identified, including limited socialization, repeated documentation of vital signs, high work mobility, patient workload, non-nursing tasks, differences in educational backgrounds, limited understanding of the 3S concept and assessment process, and evaluation barriers. Regarding Standard Operating Procedures (SOPs), six themes were identified: unsustainable socialization, limited facilities, high workload, work habits, patient characteristics, and the need for continuous training. Conclusion: Nurses’ non-compliance is influenced by individual and system factors. Strengthening socialization, providing continuous training, and improving management support are needed to enhance compliance with the Nursing Committee’s quality standards Keywords: Factors; Non-compliance; Nurses; Standards; Quality Pendahuluan: Mutu pelayanan keperawatan di rumah sakit dipengaruhi oleh kepatuhan perawat dalam menerapkan standar mutu keperawatan yang dikembangkan dan dievaluasi oleh Komite Keperawatan. Namun, di Rumah Sakit X masih ditemukan ketidakpatuhan perawat terhadap penerapan standar tersebut. Tujuan: Mengidentifikasi faktor-faktor yang berkaitan dengan ketidakpatuhan perawat terhadap standar mutu Komite Keperawatan. Metode: Penelitian kualitatif dengan metode deskriptif terhadap 24 perawat pelaksana yang telah mengikuti audit standar mutu komite keperawatan dan memenuhi kriteria inklusi. Partisipan dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi- terstruktur yang direkam, ditranskripsikan secara verbatim, dan dianalisis menggunakan analisis isi induktif metode Elo dan Kyngas. Keabsahan data dijaga melalui validasi partisipan dan penyajian data secara mendalam. Hasil: Ditemukan satu topik permasalahan utama, yaitu rendahnya pemahaman perawat terhadap standar mutu komite keperawatan. Terdapat tujuh tema terkait pelaksanaan asuhan keperawatan, meliputi sosialisasi terbatas, pengulangan dokumentasi tanda vital, mobilitas kerja tinggi, beban pasien, tugas non-keperawatan, perbedaan latar belakang pendidikan, keterbatasan pemahaman konsep 3S dan pengkajian, serta kendala evaluasi. Pada aspek SPO, ditemukan enam tema, yaitu sosialisasi yang belum berkelanjutan, keterbatasan sarana, beban kerja tinggi, kebiasaan kerja, karakteristik pasien, dan kebutuhan pelatihan berkelanjutan. Simpulan: Ketidakpatuhan perawat dipengaruhi oleh faktor individu dan sistem. Diperlukan penguatan sosialisasi, pelatihan berkelanjutan, serta dukungan manajemen untuk meningkatkan kepatuhan terhadap standar mutu komite keperawatan. Kata Kunci: Faktor, Ketidakpatuhan, Perawat, Standar, Mutu.
Pengaruh employee engagement terhadap kinerja perawat Laura Desinda Sutondo Putri; Risa Setia Ismandani; Warsini Warsini; Rizki Aqsyari
THE JOURNAL OF Nursing Management Issues Vol. 3 No. 2 (2026): July Edition 2026
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/nmi.v3i2.3336

Abstract

Background: Nurse performance is an important aspect of maintaining service quality, particularly in intensive care units with high workloads. Nurses face physical and psychological pressures that may affect their performance. In addition, disparities in nurse performance exist, as reflected by some nurses performing optimally while others demonstrate lower levels of responsibility. This condition may create a sense of unfairness and reduce employee engagement among nurses. Purpose: To determine the effect of employee engagement on nurse performance in the intensive care unit of Dr. Moewardi Hospital. Methods: This study employed an analytical quantitative design with a cross-sectional approach. The study population included all nurses working in the intensive care unit of Dr. Moewardi Regional General Hospital, with a sample of 142 respondents determined using the Krejcie and Morgan Table. Data were collected using a questionnaire and analyzed using the chi-square test Results: There was a significant association between employee engagement and nurse performance (OR = 2.205; 95% CI = 1.461–3.326; p = 0.001). Conclusions: Positive work engagement plays an important role in supporting the performance of nurses in carrying out their duties and responsibilities optimally, especially for nurses in intensive care units. Keywords: Employee engagement; Nurse performance; Nurses. Pendahuluan: Kinerja perawat merupakan aspek penting dalam menjaga mutu pelayanan, khususnya di unit perawatan intensif yang memiliki beban kerja tinggi. Perawat dihadapkan pada tekanan fisik dan psikologis yang dapat memengaruhi kinerjanya. Selain itu, terdapat ketimpangan kinerja antar perawat, yang ditunjukkan oleh sebagian perawat bekerja secara optimal, sedangkan sebagian lainnya kurang bertanggung jawab. Kondisi ini dapat memicu rasa ketidakadilan dan menurunkan tingkat engagement antar perawat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh employee engagement terhadap kinerja perawat di unit perawatan intensif RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian meliputi seluruh perawat di unit perawatan intensif RSUD Dr. Moewardi dengan sampel 142 responden yang ditentukan berdasarkan Table Krejcie and Morgan. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara employee engagement terhadap kinerja perawat. (OR = 2.205 ; CI 95% = 1.461 – 3,326 ; p-value = 0.001).  Simpulan: Keterlibatan kerja yang positif memiliki peran penting dalam mendukung kinerja perawat untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan optimal khususnya bagi perawat di unit perawatan intensif. Kata Kunci: Keterikatan karyawan; Kinerja perawat; Perawat.