Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Strategi Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya Dalam Rangka Meningkatkan Kualitas Pelayanan Kesehatan Masyarakat Mufiidah Eka Riyanto Putri; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan adalah aspek penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Puskesmas adalah fasilitas kesehatan unit pelaksana teknis dinas kabupaten/atau kota yang mempunyai peran dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Tambak Wedi Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian ini menggunakan teori David Osborne dan Peter Plastrik berdasarkan 5 indikator yaitu strategi inti (Core Strategy), strategi konsekuensi (Consequences Strategy), strategi pelanggan (Customer Strategy), strategi pengawasan (Controlling Strategy), dan strategi budaya (Culture Strategy). Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi (pengamatan), wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Strategi inti telah berhasil dalam memperjelas tujuan dan arah organisasi. Kemudian, visi dan misi Puskesmas Tambak Wedi telah diterapkan oleh seluruh pegawai sebagai pedoman atas segala kegiatan kesehatan yang ada di puskesmas. (2) Strategi konsekuensi telah berjalan dengan baik dalam memberikan reward dan punishment secara adil dan transparan. (3) Strategi pelanggan menunjukkan upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan telah berjalan dengan baik. (4) Strategi pengawasan menunjukkan belum maksimal terhadap pengawasan pasien yang mematuhi prosedur pelayanan. Hal ini terlihat masih seringnya pasien yang terlambat datang ke puskesmas dari estimasi waktu yang sudah ditentukan. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu untuk memberikan edukasi dan sosialisasi kepada pasien agar meminimalisir keterlambatan dan gangguan pada sistem antrean. (5) Strategi budaya secara umum telah berjalan dengan baik, akan tetapi pasien masih mengeluhkan perihal pegawai yang kurang ramah pada saat memberikan pelayanan dan membeda-bedakan pasien yang berobat. Sehingga Puskesmas Tambak Wedi perlu melakukan penguatan konsistensi budaya 3S.
Peran Perempuan dalam Pengelolaan Sampah Desa (Studi Kasus Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Di Desa Jatidukuh Kabupaten Mojokerto) Imelda Ika Putri; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan partisipasi perempuan dalam pengelolaan sampah desa, khususnya yang tergabung dalam organisasi PKK di Desa Jatidukuh, Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto. Permasalahan lingkungan akibat pengelolaan sampah yang kurang optimal menjadi latar belakang penelitian ini. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap informan yang terdiri dari kepala desa, ketua PKK, anggota PKK, pengurus bank sampah, dan nasabah bank sampah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi perempuan cukup aktif dalam tahap pengambilan keputusan dan sosialisasi, tetapi masih rendah pada tahap pelaksanaan teknis bank sampah, seperti pemilahan, penimbangan, dan pengelolaan hasil. Manfaat ekonomi dari kegiatan bank sampah bagi perempuan belum optimal, meskipun manfaat sosial berupa peningkatan kesadaran lingkungan sudah dirasakan. Hambatan utama partisipasi perempuan adalah keterbatasan waktu, kurangnya koordinasi, dan rendahnya rasa memiliki terhadap program. Penelitian ini merekomendasikan perlunya pelatihan teknis, penguatan koordinasi antara PKK dan pengurus bank sampah, serta penciptaan forum evaluasi yang lebih inklusif.
Evaluasi Kebijakan Stiker Keluarga Miskin Di Kota Surabaya (Studi Pada Kelurahan Gunung Sari) Nurhaya Fadiah; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Permasalahan kemiskinan masih menjadi isu penting yang dihadapi oleh berbagai daerah, termasuk Kota Surabaya. Salah satu upaya pemerintah dalam menanggulangi masalah ini adalah melalui program penempelan stiker keluarga miskin sebagai bentuk identifikasi penerima bantuan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis bagaimana Evaluasi Kebijakan Stiker Keluarga Miskin di Kota Surabaya (Studi Pada Kelurahan Gunung Sari). Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan dalam fokus penelitian ini adalah evaluasi kebijakan stiker keluarga miskin dengan menggunakan kriteria evaluasi oleh Dunn yang terdiri dari efektivitas, efisiensi, kecukupan, perataan, responsivitas, ketepatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari segi efektivitas, kebijakan belum optimal karena kurangnya pemahaman masyarakat dan tidak adanya sistem pelaporan pelepasan stiker yang tertib. Dari aspek efisiensi, pelaksanaan dinilai hemat sumber daya karena menggunakan tenaga dan waktu dari struktur masyarakat yang sudah ada. Kecukupan kebijakan masih dipertanyakan karena belum seluruh penerima stiker memperoleh bantuan, serta menimbulkan ketidaknyamanan sosial. Dalam hal pemerataan, masih terdapat ketimpangan, khususnya bagi warga yang tinggal di kos atau kontrakan yang sulit dijangkau kebijakan. Dari segi responsivitas, muncul penolakan masyarakat terhadap stiker karena alasan stigma dan kurangnya partisipasi. Sementara pada kriteria ketepatan, pemasangan dinilai cukup tepat sasaran, tetapi pelepasan stiker tidak selalu mencerminkan kondisi ekonomi warga secara nyata. Secara keseluruhan, kebijakan ini masih memerlukan perbaikan agar lebih adil, tepat sasaran, dan diterima masyarakat. Kata Kunci: Evaluasi Kebijakan, Stiker Keluarga Miskin Abstract Poverty remains a significant issue faced by various regions, including Surabaya City. One of the government's efforts to address this issue is the implementation of the poor family sticker program as a form of identification for aid recipients. This study aims to analyze the evaluation of the Poor Family Sticker Policy in Surabaya City, with a case study conducted in Gunung Sari Subdistrict. The research uses a descriptive method with a qualitative approach. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The focus of this study is the policy evaluation using William N. Dunn’s criteria, which include effectiveness, efficiency, adequacy, equity, responsiveness, and appropriateness. The results show that in terms of effectiveness, the policy has not been optimal due to limited public understanding and the absence of a structured reporting system for sticker removal. In terms of efficiency, implementation is considered cost-effective by utilizing existing community resources. The adequacy of the policy is still in question, as not all sticker recipients receive aid, and the sticker can create social discomfort. Regarding equity, disparities remain, especially for residents living in rented or boarding houses who are harder to reach. In terms of responsiveness, public rejection of the sticker is evident due to stigma and lack of participation. For appropriateness, the placement of stickers is generally on target, but sticker removal does not always reflect actual economic conditions. Overall, this policy still requires improvements to be more equitable, targeted, and accepted by the community
Peran Perempuan Dalam Pengelolaan Sampah Untuk Pemberdayaan Masyarakat Desa (Studi Desa Kediren Kabupaten Lamongan) Ach Bayu Aji Pamungkas; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peran perempuan memiliki pengaruh penting dalam pengelolaan lingkungan, khususnya dalam kegiatan pengurangan dan pemanfaatan sampah rumah tangga. Bank Sampah Bumi Asri merupakan salah satu bentuk nyata partisipasi perempuan dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang berada di Desa Kediren, Kabupaten Lamongan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara komprehensif serta menganalisis secara kritis peran perempuan dan berbagai faktor yang memengaruhi tingkat keterlibatan mereka dalam aktivitas pengelolaan sampah di Bank Sampah Bumi Asri. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan kualitatif deskriptif melalui rancangan studi kasus. Prosedur pengumpulan data mencakup observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan informan dilakukan secara selektif menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah partisipan sebanyak sepuluh orang yang dianggap memiliki relevansi dan pengetahuan sesuai dengan fokus penelitian, terdiri dari lima orang pengurus pengelola Bank Sampah, empat orang nasabah aktif, dan satu orang Kepala Desa Kediren. Penelitian ini menggunakan teori peran dari Soekanto sebagai kerangka berfikir yang mengklasifikasikan peran ke dalam tiga kategori utama yaitu: peran aktif, peran partisipatif, dan peran pasif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan dalam pengelolaan sampah di Bank Sampah Bumi Asri mencakup: Peran Aktif yang dijalankan oleh pengurus inti dalam menggerakkan, mengelola, dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pengelolaan sampah; Peran Partisipatif yang terlihat dari keterlibatan perempuan dalam kegiatan rutin seperti pemilahan dan penyetoran sampah; sementara Peran Pasif hampir tidak ditemukan karena mayoritas perempuan menunjukkan keterlibatan langsung. Adapun faktor-faktor yang memengaruhi peran perempuan antara lain adalah faktor kesadaran, kebiasaan, dan manfaat ekonomi yang dirasakan dari hasil pengelolaan sampah.
ANALISIS PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEPENDUDUKAN STUDI PELAYANAN IKD (IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL) PADA KANTOR KELURAHAN MEDOKAN AYU KOTA SURABAYA Annisa Aqidatul Izzah; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan standar pelayanan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Kantor Kelurahan Medokan Ayu, Kota Surabaya. Pelaksanaan standar pelayanan IKD di Kantor Kelurahan Medokan Ayu masih menghadapi sejumlah tantangan, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya menyadari keberadaan IKD dan kurang memahami cara aktivasi serta pemanfaatannya. Analisis data dilakukan berdasarkan enam indikator Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 15 Tahun 2014 yatiu indikator kesederhanaan, partisipasi, akuntabilitas, keberlanjutan, transparansi, dan keadilan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan lurah, pegawai Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Surabaya, pegawai, dan warga Kelurahan Medokan Ayu, serta didukung oleh dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek kesederhanaan dan partisipasi dalam sosialisasi IKD sudah cukup baik, meskipun masih ada tantangan dalam pemahaman dan adaptasi masyarakat terhadap teknologi digital. Namun, indikator akuntabilitas dan transparansi masih memerlukan perbaikan signifikan, terutama terkait kejelasan informasi persyaratan dan SOP. Meskipun terdapat upaya berkelanjutan dalam inovasi pelayanan seperti aktivasi IKD di balai RW, serta pelayanan yang adil dan non-diskriminatif, masih ada masukan terkait keramahan petugas dan fasilitas pendukung untuk pemohon berkebutuhan khusus. Kesimpulannya, pelayanan IKD di Kelurahan Medokan Ayu telah memenuhi sebagian besar standar, tetapi akuntabilitas dan transparansi memerlukan perhatian khusus untuk peningkatan kualitas layanan yang komprehensif. Kata Kunci: Pelayanan Publik, Standar Pelayanan, Identitas Kependudukan Digital (IKD)
Evaluasi Dampak Kebijakan Pengadaan Tanah Di Kota Surabaya (Studi Kasus : Desa Tambak Langon) Sonya Agustina Tobing; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak kebijakan pengadaan tanah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Surabaya di Desa Tambak Langon, Kecamatan Asemrowo. Kebijakan ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan pembangunan rumah pompa dan normalisasi sungai sebagai solusi penanggulangan banjir. Namun dalam pelaksanaannya, muncul beragam dampak sosial yang kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Informan terdiri dari warga terdampak, tokoh masyarakat, serta pihak dari Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga. Analisis dilakukan dengan menggunakan teori evaluasi kebijakan publik dari Samodra Wibawa yang mencakup empat dimensi utama: dampak terhadap individu, dampak terhadap organisasi, dampak terhadap masyarakat, serta dampak terhadap lembaga dan sistem sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat individu, warga mengalami tekanan psikis, kehilangan pekerjaan, serta ketidakpastian masa depan. Pada aspek organisasi, terjadi pelemahan fungsi RT/RW, disintegrasi organisasi sosial, dan hilangnya koordinasi antar lembaga lokal. Dampak terhadap masyarakat mencakup menurunnya kohesi sosial, ketimpangan informasi, ketidakadilan kompensasi, serta turunnya kepercayaan terhadap pemerintah. Sementara itu, pada tataran lembaga dan sistem sosial, terjadi penurunan legitimasi pemerintah lokal, disfungsi sistem sosial warga, serta ketiadaan skema pemulihan sosial pasca relokasi. Dengan demikian peneliti memberikan rekomendasi dan saran pada dampak untuk individu, perlu disediakan layanan psikososial seperti konseling dan program trauma healing guna mengatasi tekanan psikis dan ketidakpastian masa depan, program pelatihan keterampilan dan bantuan pencarian kerja juga penting untuk mengurangi dampak kehilangan pekerjaan. Pada tingkat organisasi, penguatan fungi RT/RW harus menjadi prioritas dengan memberikan pelatihan dan dukungan agar mereka dapat kembali menjalankan peran koordinasi dan memfasilitasi komunikasi antarwarga serta antar lembaga lokal. Untuk masyarakat, perlu dibangun kembali kohesi sosial melalui kegiatan bersama dan transparansi informasi, serta memastikan kompensasi yang adil dan tepat waktu agar menumbuhkan rasa keadilan dan kepercayaan warga. Pada lembaga dan sistem sosial, pemerintah lokal harus meningkatkan legitimasi dengan melibatkan warga secara aktif dalam proses pengmbin keputusan dan perencanaanpasca relokasi. Selain itu, peru dirancang skema pemulihan sosial yang menyeluruh agar sistem sosial warga dapat berfungsi kembali dengan baik. Berdasarkan temuan ini, penelitian merekomendasikan pentingnya pendekatan partisipatif dan berkeadilan dalam kebijakan pengadaan tanah agar dampak negatif dapat diminimalisir. Kata Kunci: Evaluasi kebijakan, pengadaan tanah, dampak sosial
Analisis Kualitas Layanan Program Sedudo (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) Dari Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Kabupaten Nganjuk Romzi Abimanyu Qothrunnada; Agus Prastyawan
Jurnal Inovasi Administrasi Negara Terapan Vol. 3 No. 4 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan kualitas layanan publik melalui implementasi E-Government merupakan fokus utama, sebagaimana diamanatkan oleh Keputusan Presiden No. 01 Tahun 2014. Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Nganjuk mengimplementasikan program SEDUDO (Sistem Elektronik Terpadu Desa Online) sebagai upaya transformasi digital pelayanan administrasi kependudukan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam kualitas layanan elektronik SEDUDO berdasarkan pengalaman dan persepsi pengguna serta petugas. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam terhadap informan kunci (petugas teknis dan manajerial) serta informan pendukung (masyarakat pengguna), dilengkapi dengan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan) dengan kerangka dimensi e-SERVQUAL (Efisiensi, Reliabilitas, Ketanggapan, Jaminan, dan Empati). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi Reliabilitas (keandalan sistem dan akurasi data) telah terwujud secara optimal. Namun, dimensi Ketanggapan dan Empati ditemukan sebagai tantangan utama, di mana pengguna sering mengeluhkan lambatnya respons petugas helpdesk daring dan kurangnya komunikasi personal dalam penanganan kendala. Disimpulkan, Program SEDUDO berhasil menciptakan layanan yang reliable, tetapi perlu penguatan pada aspek humanware (SDM) untuk mencapai kualitas layanan yang optimal dalam konteks pelayanan publik digital.