Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENDAMPINGAN SERTA PEMANFAATAN FINANCIAL TECHNOLOGY DAN KECERDASAN BUATAN DALAM MENDUKUNG MANAJEMEN KEUANGAN SERTA PEMASARAN KELOMPOK UMKM MAKANAN DAN MINUMAN PLUT SULSEL Renny Renny; Ahyar Muawwal; Baizul Zaman; Bahrul ulum Ilham
JURNAL SIPISSANGNGI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 1 (2026): Sipissangngi Volume 6, Nomor 1, Maret 2026
Publisher : Lembaga Penelitan dan Pengabdian Masyarakat, Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/jp.v6i1.6735

Abstract

Pengusaha UMKM di Provinsi Sulawesi Selatan menunjukkan dinamika keuangan yang kuat—penyaluran kredit mencapai Rp61,62 triliun (Juni 2025) dan pemanfaatan fintech lending terus tumbuh—namun adopsi teknologi digital dan tata kelola keuangan masih menjadi kendala pada banyak pelaku usaha. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi dan praktik manajemen keuangan serta pemasaran digital UMKM binaan PLUT Sulsel melalui pemanfaatan Financial Technology (QRIS, payment gateway, dan Flip) dan aplikasi pencatatan keuangan berbasis Kecerdasan Buatan (AI). Metode pelaksanaan meliputi lima tahap: (1) sosialisasi kebutuhan dan tujuan; (2) pelatihan pengelolaan keuangan, legalitas usaha, dan pemakaian aplikasi; (3) penerapan teknologi (pencatatan transaksi harian dengan otomatisasi laporan—laba rugi, neraca, dan stok—serta implementasi pembayaran digital); (4) pendampingan lapangan dan evaluasi berkala; serta (5) strategi keberlanjutan bersama PLUT dan pemda. Evaluasi menggunakan survei menunjukkan dampak positif: 57,9% pengusaha menyatakan puas/sangat setuju dengan AI membantu laporan keuangan dalam pengambilan keputusan, dan 42,1% setuju; 47,4% puas/sangat setuju dalam pembuatan laporan keuangan yang baik mendukung keberlangsungan usaha, dan 52,6% setuju; sekitar 93,3% merasa terbantu melakukan pencatatan keuangan dan mengadopsi QRIS–Flip. Program ini menunjukkan bahwa integrasi fintech dan AI yang dirancang sederhana, didampingi intensif, dan terhubung dengan agenda legalitas usaha efektif meningkatkan kesiapan digital dan bankability UMKM. Model pendampingan lima tahap berpotensi direplikasi pada klaster UMKM lain dengan dukungan kelembagaan yang berkelanjutan