This Author published in this journals
All Journal JURNAL TEKNIK MESIN
Bobby Ezra Maulana Sadikin
Department of Mechanical Engineering, Universitas Diponegoro, Jl. Prof. Sudarto, SH, Tembalang, Semarang, Indonesia 50275

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERFORMA AERODINAMIKA PADA PESAWAT TERBANG AMFIBI SHORT TAKE-OFF LANDING BERMESIN GANDA Bobby Ezra Maulana Sadikin; Eflita Yohana; Mohammad Tauviqirrahman
JURNAL TEKNIK MESIN Vol 12, No 3 (2024): VOLUME 12, NOMOR 3, JULI 2024
Publisher : Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Transportasi udara sangat penting untuk mengakses pulau-pulau kecil yang terpisah dari 5 pulau besar di Indonesia. Pesawat terbang merupakan moda transportasi utama di Indonesia karena merupakan cara paling efisien untuk menghubungkan ribuan pulau di negara ini. Pesawat regional amfibi merupakan jenis pesawat yang melayani rute penerbangan pendek hingga menengah dengan kemampuannya untuk lepas landas dan mendarat di air. Hal ini merupakan keunggulan pesawat amfibi dibandingkan dengan pesawat terbang biasa yang memerlukan bandara untuk beroperasi, terlebih dengan kondisi geografis Indonesia yang berupa kepulauan. Salah satu aspek penting dalam aerodinamika pesawat amfibi adalah sudut stall. Sudut stall adalah sudut serang maksimum di mana sayap pesawat dapat menghasilkan lift sebelum aliran udara di atas sayap menjadi turbulen dan mengakibatkan kehilangan lift secara drastis. Memahami dan mengoptimalkan sudut stall sangat penting untuk memastikan keamanan dan kinerja pesawat, terutama selama fase kritis seperti lepas landas dan pendaratan. Metode pengujian pesawat amfibi di terowongan angin menawarkan sejumlah keuntungan signifikan dibandingkan dengan metode lainnya seperti simulasi komputer atau uji coba lapangan. Salah satu keunggulan utamanya adalah kemampuan untuk menciptakan kondisi lingkungan yang sangat terkendali dan dapat direproduksi, memungkinkan analisis yang akurat terhadap berbagai aspek aerodinamika pesawat. Melalui penelitain ini dapat diketahui bahwa stall angle pada pesawat cenderung lebih kecil pada kecepatan tinggi dan lebih besar pada kecepatan rendah. Feomena tersebut disebabkan oleh karena Pada kecepatan tinggi, pesawat membutuhkan sudut serang yang lebih kecil untuk mempertahankan lift, sementara pada kecepatan rendah, pesawat memerlukan sudut serang yang lebih besar untuk menghasilkan lift yang cukup dan mencegah stall yang dibuktikan melalui penurunan stall angle dari sudut 16.36° pada kecepatan 45 m/s menjadi 15,87° pada kecepatan 55 m/s.