Dwiana Novianti Tufail
Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Pembangunan Berkelanjutan, Institut Teknologi Kalimantan, Balikpapan, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Implikasi proyeksi kinerja jaringan jalan terhadap kebijakan transportasi Kabupaten PPU akibat pembangunan Ibu Kota Nusantara Ariyaningsih Ariyaningsih; Dwiana Novianti Tufail; Priyo Wibisono; Riki Herliansyah
Region : Jurnal Pembangunan Wilayah dan Perencanaan Partisipatif Vol 21, No 2 (2026)
Publisher : Regional Development Information Center, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/region.v21i2.115722

Abstract

Penajam Paser Utara (PPU) mengalami peningkatan tekanan mobilitas karena berfungsi sebagai wilayah penyangga, pintu masuk logistik, dan penghubung regional menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menilai kinerja jaringan jalan eksisting; (2) memproyeksikan perubahan kinerja jaringan pada 2030, 2035, dan 2045; (3) mengevaluasi kesiapan layanan angkutan umum sebagai alternatif kendaraan pribadi; dan (4) merumuskan implikasi kebijakan transportasi-spasial yang terintegrasi. Analisis menggunakan data pencacahan lalu lintas, kapasitas ruas, matriks asal-tujuan, proyeksi penduduk dan ekonomi, perubahan tata ruang, survei persepsi pengguna, serta analisis spasial berbasis Sistem Informasi Geografis. Kinerja ruas dinilai melalui rasio volume terhadap kapasitas (VCR), sedangkan layanan angkutan umum dianalisis dengan Customer Satisfaction Index (CSI). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ruas masih memiliki VCR di bawah 0,30, tetapi beberapa koridor strategis telah mendekati kondisi jenuh; nilai tertinggi yang teridentifikasi mencapai 0,774 dan volume harian pada salah satu koridor utama mencapai 4.419 smp/hari. Dalam skenario tanpa intervensi, kelas VCR 0,50–1,00 semakin meluas pada 2030–2035 dan beberapa ruas strategis diproyeksikan melampaui VCR 1,00 pada 2045. Pada saat yang sama, CSI angkutan umum hanya 53,43% atau berkategori sangat buruk, terutama pada aspek kenyamanan, kapasitas, aksesibilitas, dan keterpaduan. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pelebaran jalan secara parsial tidak memadai. Kebijakan perlu diarahkan pada penanganan koridor kritis secara bertahap, reformasi layanan angkutan umum, pengembangan jaringan multimoda, pengendalian pemanfaatan ruang di sekitar pusat kegiatan, serta koordinasi PPU–IKN–Balikpapan dalam satu sistem transportasi regional.