Yuanara Augusta Rahmat Adikara
Department of Internal Medicine, Faculty of Veterinary Medicine, Universitas Brawijaya, Puncak Dieng Eksklusif, Kalisongo, Kab.Malang, 65151, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Perubahan Hematologi, Ureum dan Kreatin pada Kucing Domestik yang Menjalani Kastrasi dengan Anastesi Kombinasi Ketamin-Xylazin dan Ketamin-Acepromazine Farid Abdurrahman; Dwi Kristanto; Yuanara Augusta Rahmat Adikara; Elly Nur Indasari; Dodik Prasetyo
Jurnal Veteriner dan Biomedis Vol. 4 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jvetbiomed.4.1.15-20.

Abstract

Kastrasi merupakan prosedur bedah umum pada kucing jantan untuk menghilangkan kemampuan reproduksi dan menekan perilaku seperti spraying dan agresivitas. Penelitian ini mengevaluasi efektivitas dan keamanan dua kombinasi anestesi, Ketamin–Acepromazin (K1) dan Ketamin–Xylazin (K2), pada prosedur kastrasi terbuka melalui insisi skrotal. Kombinasi anestesi dipilih berdasarkan durasi kerja, efek analgesia, dan kestabilan fisiologis selama tindakan singkat (±15–30 menit). Evaluasi dilakukan melalui skor ASA serta analisis hematologi (RBC, HB, HCT, WBC, PLT) dan biokimia (urea, kreatinin) sebelum dan 24 jam setelah anestesi. Semua subjek berada dalam kategori ASA 1 dan 2, menandakan risiko anestesi rendah. Pada baseline, Kelompok K2 memiliki nilai RBC, HB, dan HCT lebih tinggi secara signifikan dibanding K1, namun tidak ada perbedaan antar kelompok setelah 24 jam. Penurunan kreatinin pada K1 mengindikasikan pemulihan fungsi ginjal, sedangkan urea sedikit lebih tinggi dari referensi tetapi tetap normal. Kedua kombinasi anestesi menunjukkan kestabilan fisiologis tanpa komplikasi serius. Kombinasi Ketamin–Xylazin memberikan sedasi dan analgesia lebih kuat dengan respons hematologi adaptif terhadap stres. Penelitian ini mendukung penggunaan kedua kombinasi anestesi untuk kastrasi kucing sehat, serta menekankan pentingnya pemantauan fisiologis dan biokimia guna menjamin keselamatan hewan.