Aida Mawaddah Nur Rahmania
Program Studi Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Darul Ulum Lamongan

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

STRATEGI PENDIDIKAN AKHLAK DALAM MENGHADAPI DAMPAKPENGGUNAAN PONSEL PADA ERA DIGITAL DI SEKOLAH DASAR Aida Mawaddah Nur Rahmania; Mahbub Junaidi; Khotimah Suryani
Jurnal Reflektif Vol 2 No 4 (2026): Reflektif: Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
Publisher : YAYASAN PADHANG MANAH SIBYAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital, khususnya penggunaan ponsel pintar, telah mengubah pola belajar, komunikasi, dan interaksi sosial peserta didik sekolah dasar. Perubahan tersebut memberikan peluang untuk memperluas akses terhadap sumber belajar, tetapi juga menimbulkan risiko berupa distraksi, penggunaan berlebihan, paparan konten yang tidak sesuai usia, penurunan kualitas interaksi langsung, serta melemahnya etika komunikasi apabila tidak disertai pendampingan. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi pendidikan akhlak dalam menghadapi dampak penggunaan ponsel pada era digital di SD Negeri Wudi Sambeng. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, guru Pendidikan Agama Islam, dan peserta didik. Analisis data dilakukan melalui kondensasi atau reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang diterapkan meliputi keteladanan, pembiasaan, nasihat dan dialog, pengawasan, serta pemberlakuan aturan dan sanksi edukatif. Keberhasilan strategi tersebut didukung oleh peran aktif guru, dukungan orang tua, dan budaya sekolah yang religius. Hambatan utama berasal dari lemahnya pengawasan di rumah, kuatnya pengaruh lingkungan digital, perbedaan pola asuh, serta intensitas penggunaan ponsel yang tinggi. Temuan menegaskan bahwa pendidikan akhlak di era digital perlu dilaksanakan secara konsisten, kontekstual, dan kolaboratif melalui sinergi sekolah, keluarga, dan masyarakat.